Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Kisah Satpam Heroik di Kota Malang yang Tewas usai Ditusuk Maling

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

11 - May - 2026, 16:59

Placeholder
Anak satpam yang tewas ditangan maling, Harianto (32) saat ditemui dirumahnya (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dedikasi seorang satpam perumahan di Kota Malang berujung tragis. Mat Suhadi (51), petugas keamanan Perumahan Cemara Diamond Townhouse, Cemorokandang, meninggal dunia setelah ditusuk maling saat berusaha menggagalkan aksi pencurian.

Korban mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Minggu (10/5/2026) pagi usai menjalani operasi dan perawatan intensif akibat luka tusuk di bagian perut kanan.

Baca Juga : Pendakian Gunung Dukono Ditutup usai Erupsi yang Menewaskan Tiga Pendaki

Peristiwa berdarah itu bermula pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, warga sekitar melihat seorang pria mengendarai sepeda motor sambil membawa material menyerupai kusen jendela dari arah selatan menuju utara.

"Kejadiannya terjadi selepas Maghrib, tetangga melihat ada orang naik motor sambil membawa seperti kusen jendela. Kemudian, tetangga mengabari bapak karena takutnya perumahan yang dijaga bapak itu kemalingan," ujar anak korban, Harianto (32), Senin (11/5/2026).

Mendapat kabar tersebut, Mat Suhadi yang akrab disapa Pak Min langsung menuju area perumahan hanya dengan membawa senter. Dugaan warga ternyata benar. Pelaku diketahui baru saja mencuri kusen jendela dari kantor pemasaran perumahan.

Korban kemudian berinisiatif melakukan pengejaran bersama anaknya. Harianto mencari ke arah perkebunan, sementara sang ayah menyisir kawasan jalan raya. "Pengejarannya itu sama saya, tetapi saya ke arah perkebunan dan bapak ke arah jalan raya. Tetapi mungkin karena feeling, bapak langsung mengarah ke Jalan Raya Cemorokandang," tambahnya.

Setibanya di dekat Jembatan Amprong, Jalan Raya Cemorokandang, korban mendapati pelaku sedang berhenti di pinggir jalan untuk membetulkan ikatan tali barang curian yang dibawanya.

Situasi kemudian berubah mencekam. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat memukul pelaku menggunakan senter sebelum terjadi duel sengit di lokasi kejadian.

"Kata saksi yang ada di lokasi kejadian, bapak ini memukul pelaku pakai senter lalu terjadi perkelahian dan bapak ditusuk di bagian perut kanan. Saat ditusuk itu, bapak baru teriak maling sambil minta tolong," ungkapnya.

Peristiwa penusukan itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB atau selepas salat Isya. Meski dalam kondisi terluka parah, korban masih berusaha mencari pertolongan dengan mendatangi rumah keponakannya di Jalan Santoso yang berada tak jauh dari lokasi kejadian.

"Saat itu, posisi saya sudah kembali ke rumah menunggu bapak pulang. Terus ada telepon dari saudara, mengabari kalau bapak kritis dan langsung saya datang ke lokasi dan membawa bapak ke rumah sakit," tambahnya.

Baca Juga : Polisi Buru Pelaku Penusukan Satpam Perumahan usai Tepergok Mencuri

Sesampainya di RSSA Malang, korban langsung menjalani operasi sekitar pukul 20.00 WIB. Meski tindakan medis berjalan lancar, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB.

"Penanganan operasi Alhamdulilah berjalan baik, cuma dokter sudah bilang kecil kemungkinan untuk diselamatkan tetapi diupayakan secara maksimal. Ternyata, Tuhan berkehendak lain dan bapak dinyatakan meninggal pada Minggu, 10 Mei 2026 sekitar jam 07.00 WIB lebih," kata Harianto. 

Kepergian Pak Min meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Di mata keluarga, korban dikenal sebagai sosok pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Selain bekerja sebagai satpam perumahan selama enam bulan terakhir, sehari-hari korban juga bekerja sebagai petani dan tukang bangunan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

"Kalau kesehariannya, saat siang kerja sebagai petani maupun tukang bangunan. Tetapi kalau malam, ya jaga sebagai satpam perumahan dan berangkatnya selepas isya dan pulangnya pagi," jelas Harianto.

"Bapak ini sosok yang pekerja keras dan selalu bertanggung jawab dalam pekerjaannya," ungkapnya.

Pihak keluarga kini menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian dan berharap pelaku segera ditangkap. "Kami sudah melaporkan kejadian ini ke polisi. Saya yakin polisi bekerja dengan baik dan sebagai perwakilan keluarga, saya berharap pelaku dapat secepatnya tertangkap," tandasnya.


Topik

Peristiwa cemara diamond townhouse rssa malang satapam ditusuk maling



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya