Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Ekonomi

Apa Itu CNG? Gas Alam yang Disiapkan Pemerintah untuk Gantikan LPG 3 Kg

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

09 - May - 2026, 14:35

Placeholder
Ilustrasi CNG, pengganti LPG yang sedang diupayakan pemerintah. (Foto: ChatGPT)

JATIMTIMES - Pemerintah mulai serius mencari pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang selama ini digunakan masyarakat Indonesia untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai energi alternatif yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.

Rencana tersebut kini memasuki tahap uji coba. Kementerian ESDM sedang mengembangkan tabung CNG ukuran 3 kilogram (kg) yang nantinya ditargetkan mulai diterapkan pada 2026. Pada tahap awal, implementasi akan difokuskan terlebih dahulu di kota-kota besar di Pulau Jawa.

Baca Juga : Ketika Kampus Disiapkan Mencetak Tukang, Akademisi Soroti Arah Baru Pendidikan Tinggi

Wacana penggantian LPG dengan CNG langsung menjadi perhatian masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya, apa sebenarnya CNG dan apa bedanya dengan LPG yang sudah lama digunakan di rumah tangga?

Apa Itu CNG?

Compressed Natural Gas (CNG) adalah gas alam yang dimampatkan menggunakan tekanan sangat tinggi agar lebih mudah disimpan dan didistribusikan. Tekanan penyimpanan CNG umumnya berada di kisaran 200 hingga 250 bar.

Gas alam yang digunakan dalam CNG sebagian besar terdiri dari metana (CH4) dengan kadar lebih dari 95 persen. Selain metana, gas alam juga mengandung unsur lain seperti etana, propana, dan butana dalam jumlah kecil.

Berbeda dengan LPG yang berbentuk cair di dalam tabung, CNG tetap berada dalam bentuk gas meski disimpan dalam tekanan tinggi. Karena itu, CNG memerlukan tabung khusus dengan material yang lebih kuat untuk menjaga keamanan saat penyimpanan maupun distribusi.

Selama ini, CNG lebih dikenal sebagai bahan bakar kendaraan berbasis gas. Namun pemerintah mulai melirik pemanfaatannya untuk kebutuhan rumah tangga karena dinilai lebih ekonomis dan emisinya lebih rendah dibanding LPG.

Dorongan penggunaan CNG tidak lepas dari besarnya beban impor LPG di Indonesia. Saat ini, sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor sehingga membebani anggaran negara, terutama untuk subsidi LPG 3 kg.

Pemerintah menilai pemanfaatan gas bumi domestik melalui CNG bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan impor energi. Indonesia sendiri memiliki cadangan gas alam yang cukup besar dan tersebar di berbagai wilayah.

Selain itu, penggunaan CNG juga dianggap lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon lebih rendah dibanding LPG maupun bahan bakar fosil lainnya.

Jika implementasi berjalan lancar, penggunaan CNG diharapkan bisa membantu menekan subsidi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Perbedaan CNG, LPG, dan LNG

Meski sama-sama berbentuk gas, CNG berbeda dengan LPG maupun Liquefied Natural Gas (LNG).

Perbedaan mendasar ketiganya terletak pada komposisi, bentuk fisik, dan metode penyimpanannya.

1. CNG (Compressed Natural Gas)

- CNG merupakan gas alam yang dimampatkan dalam tekanan tinggi. Kandungan utamanya adalah metana.

- Disimpan dalam bentuk gas

- Tekanan penyimpanan sangat tinggi

- Lebih ramah lingkungan

- Banyak digunakan untuk kendaraan dan industri

2. LPG (Liquefied Petroleum Gas)

- LPG berasal dari campuran propana dan butana yang dicairkan dengan tekanan tertentu.

- Disimpan dalam bentuk cair

- Menggunakan tabung gas konvensional

- Umum dipakai rumah tangga

- Distribusi lebih mudah dan sudah luas

3. LNG (Liquefied Natural Gas)

- LNG merupakan gas alam yang dicairkan dengan suhu sangat rendah hingga sekitar minus 160 derajat Celsius.

- Disimpan dalam bentuk cair kriogenik

- Membutuhkan fasilitas khusus

- Umumnya digunakan untuk kebutuhan industri besar dan ekspor

Kegunaan CNG di Berbagai Sektor

Mengutip informasi dari PT PGN⁠, penggunaan CNG saat ini terus berkembang di berbagai sektor.

Transportasi

CNG sudah lama digunakan sebagai bahan bakar alternatif kendaraan umum seperti bus, taksi, dan truk.

Kendaraan berbahan bakar CNG dinilai lebih ramah lingkungan karena menghasilkan emisi karbon dan polusi udara lebih rendah dibanding bensin maupun solar.

Selain itu, biaya operasional kendaraan berbahan bakar gas juga cenderung lebih murah.

Industri

Di sektor industri, CNG digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai proses produksi.

Banyak industri mulai beralih ke gas alam karena pembakarannya lebih bersih dan efisien. Penggunaan CNG juga membantu perusahaan mengurangi emisi industri.

Rumah Tangga

Penggunaan CNG untuk rumah tangga mulai dikembangkan sebagai alternatif LPG.

Baca Juga : Pemkab Jember Belajar Tata Kelola ke Pemkot Blitar, Gus Fawait Puji Kepemimpinan Mas Ibin dan Targetkan SAKIP A

CNG dapat digunakan untuk memasak maupun pemanas air. Pemerintah berharap penggunaan CNG rumah tangga bisa menjadi solusi energi yang lebih murah dan stabil dalam jangka panjang.

Keunggulan CNG Dibanding LPG

Asosiasi Perusahaan Liquefied & Compressed Natural Gas Indonesia (APLCNGI) mengungkap sejumlah kelebihan CNG dibanding LPG.

1. Emisi Lebih Rendah

CNG menghasilkan emisi karbon yang lebih sedikit sehingga lebih ramah lingkungan.

Gas metana yang menjadi komponen utama CNG menghasilkan pembakaran lebih bersih dibanding LPG.

2. Harga Dinilai Lebih Stabil

Harga gas alam dinilai lebih stabil dibanding LPG yang sangat dipengaruhi harga energi global.

Hal ini membuat CNG dianggap memiliki potensi lebih ekonomis dalam jangka panjang.

3. Teknologi Tabung Lebih Modern

Tabung CNG kini mulai menggunakan material komposit atau karbon yang lebih ringan namun tetap kuat menahan tekanan tinggi.

Material ini disebut memiliki tingkat keamanan dan daya tahan lebih baik dibanding tabung besi konvensional.

4. Bisa Menggunakan Sistem Pipa Klaster

Distribusi CNG untuk rumah tangga juga dapat dilakukan melalui sistem klasterisasi pipa gas.

Skema tersebut sudah diterapkan di sejumlah wilayah seperti Yogyakarta dan Sleman sehingga masyarakat bisa menikmati pasokan gas tanpa bergantung penuh pada distribusi tabung.

Tantangan Penggunaan CNG di Indonesia

Meski memiliki banyak keunggulan, penggunaan CNG juga menghadapi sejumlah tantangan.

Salah satu kendala utama adalah infrastruktur distribusi yang masih terbatas. Berbeda dengan LPG yang sudah memiliki jaringan distribusi luas hingga pelosok daerah, infrastruktur CNG masih perlu banyak pengembangan.

Selain itu, tabung dan fasilitas penyimpanan CNG membutuhkan teknologi khusus karena gas disimpan dalam tekanan sangat tinggi.

Pemerintah juga perlu memastikan kesiapan masyarakat dalam menggunakan teknologi baru tersebut, termasuk dari sisi keamanan dan edukasi penggunaan.

Perbedaan LPG dan CNG Secara Singkat

LPG

• Campuran propana dan butana

• Disimpan dalam bentuk cair

• Menggunakan tabung konvensional

• Distribusi sudah luas

• Emisi lebih tinggi

CNG

• Didominasi gas metana

• Disimpan dalam bentuk gas bertekanan tinggi

• Menggunakan tabung khusus

• Lebih ramah lingkungan

• Biaya operasional lebih hemat

Jika program pengembangan CNG berjalan sesuai rencana, Indonesia berpeluang memasuki era baru penggunaan energi rumah tangga yang lebih modern dan efisien. Namun keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur, distribusi, serta penerimaan masyarakat terhadap teknologi baru tersebut.


Topik

Ekonomi LPG CNG apa CNG bahlil lahadalia esdm kementerian esdm



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya