JATIMTIMES - Belakangan ini di media sosial X (Twitter) tengah menyoroti seorang pria bernama Singgih Sahara yang diduga melakukan penyalahgunaan dana donasi di X hingga KitaBisa. Buntut dari viralnya kasus ini, perwakilan KitaBisa mengkonfirmasi langsung ke rumah Singgih hingga memutuskan penutupan akun Singgih di KitaBisa.
Dalam keterangan akun resmi X KitaBisa, pihaknya melakukan konfirmasi dan validasi ke rumah Singgih pada Selasa, 19 Maret 2024. "Tim Kitabisa sudah bertemu langsung dengan Singgih Shahara untuk konfirmasi dan validasi ttg galang dana yg dibuat di Kitabisa," demikian keterangan KitaBisa.
Baca Juga : Aksi Kejar-kejaran Warga Tangkap Pelaku Begal di Jalan Kecil, Mirip Film Action
Seperti diketahui, Singgih mengklaim jika uang donasi yang dimintanya baik di X maupun di KitaBisa digunakan untuk keperluan sakit gagal ginjal ibunya dan anak Singgih terapi speech delay. Tim KitaBisa telah mengonfirmasi bahwa benar ibu Singguh sedang sakit dan perlu pengobatan.
"Seperti yang kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana ybs, benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu pengobatan," tulis Singgih.
Tim KitaBisa juga mengungkap sebagian donasi yang terkumpul digunakan untuk bayar kontrakan Singgih. "Sebagian dari donasi yang terkumpul melalui Kitabisa telah digunakan untuk pengobatan dan biaya penunjang pengobatan seperti pembelian susu, mainan untuk terapi anak, transportasi rumah sakit dan pembayaran kontrakan untuk Singgih dan keluarganya," ujarnya.
"Singgih mengaku sisa sebagian lain penggunaan dana yg sudah dicairkan dari Kitabisa tidak bisa dia pertanggungjawabkan karena tidak bisa memberikan bukti penggunaan donasi, dengan alasan nota terbuang dan sebagian donasi digunakan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari," imbuhnya.
Buntut dari temuan itu, KitaBisa memutuskan untuk menutup galang dana Singgih. Donasi yang tersisa akan dialihkan ke penerima bantuan lain sesuai syarat dan ketentuan Kitabisa.
"Singgih sudah membuat pernyataaan tertulis untuk mengembalikan selisih donasi di Kitabisa yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," demikian pernyataan KitaBisa.
Selain itu, Kitabisa juga memberikan opsi Pengembalian Donasi (Refund) untuk donatur galang dana Singgih Shahara. Di mana Kitabisa memiliki kebijakan pengembalian donasi kepada donatur untuk galang dana yang terbukti menyalahi syarat dan ketentuan Kitabisa.
"Untuk donatur yang telah berdonasi di halaman galang dana Singgih dan ingin mengajukan pengembalian, silakan cek email atau halaman kabar terbaru untuk teknis pengembalian donasi. Selengkapnya di kitabisa.zendesk.com/hc/en-us/artic… (butir L)," demikian pernyataam KitaBisa.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, total donasi yang didapatkan Singgih dari KitaBisa maupun dari open donation di X mencapai ratusan juta rupiah sejak 2018.
Akhirnya pada pertengahan Maret 2024, warganet mulai merasa janggal saat Singgih Sahara kembali meminta donasi uang Rp 2 juta melalui X. Padahal awal Maret, ia sudah meminta donasi di X sebanyak Rp 7 jutaan.
""temen temen minta tolong kalau ada yg bisa bantu. saya butuh dana 7,8jt. kalau ada yg bisa bantu/minjami saya minta tolong. jujur saya sanggup ganti mencicil tiap tanggal 10 sebesar 600rb. saya siap menjaminkan ijazah asli & buku nikah.
yang lihat post ini tolong bantu share," tulis Singgih pada awal Maret 2024.
Singgih mengklaim penggalangan donasi yang diminta itu dilakukan untuk keperluan rawat jalan ibunya dan terapi anaknya hingga akhir bulan Maret 2024.
"temen temen minta tolong kalau ada yg bisa bantu.saya butuh dana 2jt.
Baca Juga : BPJS Ketenagakerjaan Juarai AIRA 2023 Berkat Laporan Terintegrasi
kalau ada yg bisa meminjami saya ganti saat THR cair nanti. untuk keperluan rawat jalan ibu & penunjang terapi anak saya sampai akhir bulan. atau misal ada yg minat HP saya silahkan saya jual 2juta," tulis akun X @singgihsahara di pertengahan Maret.
Sebelumnya Singgih Sahara sudah mendapat donasi untuk anaknya yang terkena speech delay Rp48 juta di laman KitaBisa. Melansir laman KitaBisa, galang dana yang dibuat oleh Singgih Sahara sudah terkumpul Rp48 juta selama lima bulan 17 hari.
Kemudian dari dana yang terkumpul Rp48.527.619, Singgih Sahara sudah menarik Rp39 juta. Tak hanya itu, ia belum mencairkan Rp5 juta lagi yang tersisa dari galang dana anaknya, Axel.
Bukan hanya itu, rupanya pada 2022, Singgih juga membuka open donasi di berbagai komunitas untuk ibunya yang mengalami gagal ginjal.
"Memang betul, ibunya ini mengalami gagal ginjal. Bahkan dari November thn 2022 komunitas anime Jepang, juga stand up Semarang sudah galang donasi untuk ibunya," tulis Has_Santri.
Tak berhenti disitu, pada triwulan awal 2023, Singgih juga membuka open donasi di KitaBisa untuk sang ibu. "Dari target donasi 25 juta, terkumpul 32 jutaan," tulis Has_Santri.
"Itu belum termasuk donasi dari berbagai komunitas dan masyarakat umum yang langsung ditransferkan ke rekening pribadinya," imbuhnya.
Lantas seorang warganet menyadari ada yang aneh dari sosok Singgih Sahara. Hal itu terlihat dari unggahan akun X @capekhayati, bahwa banyak kejanggalan dari donasi tersebut.
"Jangan bodoh-bodohin orang deh. uang 48 juta masa masih belum cukup? ada 5 juta belum dicairkan, tapi kok masih minta 2 juta lagi? belum lagi anda udah terima banyak donasi dari warga twitter," tulis akun @capekhayati tersebut.
Lalu, kini namanya trending sehingga banyak yang bersuara soal kasus tersebut. Beberapa warganet lain juga melaporkan jika bapaknya Singgih masih bisa bertanggungjawab membiayai ibunya selama sakit gagal ginjal.
"Sekadar menyampaikan informasi, pagi ini sudah ada yg datang ke rumah ibunya singgih, alhamdulillah pengobatan ibunya ditanggung BPJS dan yg tidak di cover BPJS juga masih bisa ditangani oleh bapaknya," @Widino.
