Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Bukan Cuma Indonesia, Inggris Juga Dilanda Kekeringan Parah: Cuci Mobil Bisa Dilarang

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

19 - Aug - 2026, 14:18

Placeholder
Ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Kekeringan parah ternyata tidak hanya terjadi di Indonesia. Inggris juga tengah menghadapi krisis air yang semakin serius akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah Inggris menyiapkan langkah lebih ketat untuk membatasi penggunaan air. Sejumlah aktivitas yang dianggap tidak esensial, mulai dari mencuci mobil, membersihkan jendela hingga mengisi kolam renang pribadi, terancam dilarang sementara.

Baca Juga : Jangan Asal Checkout, Ini Cara Memilih Produk Kecantikan yang Sesuai Kebutuhan

Dilansir The Times, tim perencana pemerintah Inggris telah memberi tahu para menteri mengenai opsi memperluas skema Non-Essential Use Banning (NEUB). Kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi semakin menipisnya cadangan air di sejumlah wilayah.

Melalui skema ini, perusahaan penyedia air dapat mengajukan pembatasan terhadap berbagai aktivitas bisnis maupun rekreasi yang menggunakan banyak air. Pengajuan tersebut nantinya harus mendapat persetujuan dari menteri terkait.

Jika diberlakukan, sejumlah kegiatan seperti mencuci kendaraan, membersihkan kaca gedung, mengisi kolam renang pribadi hingga menyiram lapangan olahraga dapat dihentikan sementara.

Meski demikian, pemerintah Inggris masih membuka kemungkinan adanya pengecualian dalam kondisi tertentu.

Sebelum rencana pembatasan penggunaan air untuk aktivitas bisnis tersebut muncul, hampir 26 juta warga Inggris telah lebih dahulu terkena aturan larangan penggunaan selang air atau hosepipe ban.

Melalui aturan itu, masyarakat tidak diperbolehkan menggunakan selang untuk menyiram taman maupun sejumlah area nonkomersial.

Pemerintah Inggris mengatakan berbagai skenario sedang dipersiapkan untuk menghadapi kondisi kekeringan yang semakin parah.

"Sebagaimana layaknya pemerintah yang bertanggung jawab, kami mempersiapkan berbagai skenario dan bekerja sama dengan Kelompok Penanganan Kekeringan Nasional untuk membantu menjaga pasokan air," ujar juru bicara pemerintah Inggris.

Pemerintah juga meminta perusahaan air menjalankan rencana darurat kekeringan secara disiplin. Salah satu langkah yang didorong adalah mempercepat perbaikan jaringan pipa yang mengalami kebocoran agar tidak semakin banyak air terbuang.

Sejauh ini, Southern Water menjadi perusahaan air pertama yang secara resmi mengajukan permohonan penerapan NEUB. Perusahaan tersebut melayani sejumlah wilayah, termasuk East Sussex, West Sussex, Kent, Hampshire dan Isle of Wight.

71 Persen Wilayah Inggris Berstatus Kekeringan

Krisis air di Inggris tidak lepas dari kondisi cuaca panas yang berlangsung sepanjang musim panas 2026.

Baca Juga : Update Kekeringan Malang Selatan: Distribusi Air Bersih Sasar Ribuan Warga Gedangan

Hingga 15 Juli 2026, jumlah hari dengan suhu lebih dari 30 derajat Celsius bahkan telah melampaui total hari panas yang tercatat pada 1976. Tahun tersebut dikenal sebagai salah satu periode gelombang panas paling parah dalam sejarah Inggris.

Data resmi pemerintah Inggris per 17 Agustus 2026 menunjukkan sekitar 71 persen wilayah Inggris telah berstatus kekeringan.

Kondisi serupa juga terjadi di Wales. Seluruh wilayah Wales telah ditetapkan dalam status darurat kekeringan sejak akhir Juli 2026.

Situasi tersebut semakin mengkhawatirkan karena Juli 2026 tercatat sebagai bulan Juli terkering di Wales dalam 190 tahun terakhir.

Dampak kekeringan di Inggris bukan hanya berkaitan dengan ketersediaan air. Kondisi tanah yang semakin kering juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham memperingatkan masyarakat mengenai tingginya risiko kebakaran hutan. Peringatan itu disampaikan ketika Burnham meninjau upaya petugas pemadam kebakaran menangani kebakaran di Stourbridge, kawasan West Midlands.

Pemerintah pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, sekaligus mengurangi penggunaan air untuk aktivitas yang tidak mendesak.

Krisis tersebut menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dapat memberikan tekanan besar terhadap ketersediaan air, bahkan di negara seperti Inggris yang selama ini dikenal memiliki curah hujan cukup tinggi.


Topik

Peristiwa kekeringan krisis air inggris kemarau



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya