KEDIRITIMES- Makanan jenis pecel sudah cukup akrab di telinga kita. Kuliner tersebut menjadi santapan keseharian masyarakat terutama di Jawa Timur. Selain menggunakan pendamping nasi, ada juga pecel dengan pendamping punten.
Punten itu berasal dari nasi yang dihaluskan dengan cara ditumbuk dengan bercampur santan kelapa dan bumbu lainnya. Rasanya gurih. Bentuk dan rasanya mirip dengan jadah, yang terbuat dari nasi ketan.
Jenis pecel yang terakhir itu salah satunya dapat diketemukan di Kota Kediri, tepatnya di Jalan Durian Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren. Warung yang berada di pinggir sawah ini sudah cukup bernama di Kediri.
Lokasinya yang berada di pinggir sawah itu, namanya kerap diplesetkan dengan candaan warung mewah "mepet sawah". Meski lokasinya yang terpencil, pembelinya tidak pernah surut.
Menu utama warung berupa pecel puntennya sudah sangat berkualitas. Rasanya nikmat. Sensasi gurih nasi dan ketepatan meramu bumbu pecelnya, sangat kentara di lidah. Dipadukan juga sayur kulupan yang terdiri dari daun kenikir, bunga turi, maupun
kecambah.
Semua bahan itu biasa disajikan dengan cara dijadikan satu dalam piring lalu ditaburi dengan sambal pecelnya. Ditambah pula dengan campuran kerupuk hasil penggorengan pasir. Karena digoreng tanpa minyak itu kerupuknya minim kolesterol.
Selain cita rasa makananya, warung tersebut juga mempunyai keunikan tersendiri. Yaitu keakraban para pegawainya, yang berjumlah sekitar 5 orang yang saling bertalian darah. Mereka adalah bapak ibu dan anak-anaknya.
Mereka menyambut riang dan penuh kehangatan setiap pengunjung yang datang, bahkan sebelum masuk warung. Tak jarang suara lantang penyambutan maupun perpisahan menghiasi suasana warung.
"matur suwun. Mbenjeng mriki maleh nggih," ujar Sumiati, pemilik warung, kepada penguinjung yang meninggalkan warung.
Kalimat itu akan terucap secara hampir bersamaaan dari para pegawai yang melihat pengunjung pulang. Kalimat itu mempunyai arti umum, "terima kasih atas kunjungannya, besok ke sini lagi ya..,".
Selain itu juga ada keunikan lainnya. Penggunaan hitungan harga menggunakan pecahan jutaan. Misal total Rp.10.000 maka akan disebut Rp.1 juta. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena tak jarang membuat pengunjung kaget.
Harga jual penten pucel itu sangat terjangkau. Dengan membawa uang Rp.10.000, sudah bisa menikmati sepiring pecel punten lengkap dengan minuman maupun lauknya.
"Selain tempatnya nyaman karena tanpa polusi, juga nikmat rasanya," ujar Kristanti, seorang pembeli.(*)
