Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Korban Gempa NTT Bertambah, 87 Orang Meninggal dan 1.298 Luka-luka

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

22 - Aug - 2026, 16:47

Placeholder
Dampak gempa di NTT Sabtu (15/8/2026). (Foto X @indepenSumatera)

JATIMTIMES - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 87 orang meninggal dunia hingga Sabtu (22/8/2026).

Selain korban meninggal, BNPB melaporkan 1.298 orang mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 336 orang mengalami luka berat.

Baca Juga : Pelaku Pemerasan Diciduk Polisi: Sempat Menjalin Asmara, Ancam Sebar Video Pribadi hingga Tembakkan Airsoft Gun

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan perkembangan tersebut dalam konferensi pers yang ditayangkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (22/8/2026).

"Hari ini secara kumulatif jumlah yang meninggal ada 87 jiwa," kata Berton.

BNPB mencatat korban meninggal dunia tersebar di tujuh kabupaten di NTT. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yakni 31 orang.

Berikut rincian korban meninggal dunia akibat gempa NTT:

• Manggarai: 31 orang

• Manggarai Timur: 30 orang

• Nagekeo: 13 orang

• Sikka: 9 orang

• Ngada: 4 orang

• Ende: 2 orang

• Manggarai Barat: 1 orang

Sementara itu, dari total 1.298 korban luka, sebanyak 336 orang dilaporkan mengalami luka berat.

Manggarai Timur menjadi daerah dengan jumlah korban luka paling banyak, mencapai 643 orang. Selanjutnya Kabupaten Manggarai mencatat 285 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga : Imbas Kuota Seragam Gratis Dipangkas, Ratusan Siswa Masih Belum Tercover Anggaran

Dampak gempa juga membuat jumlah warga yang harus mengungsi terus bertambah. BNPB mencatat hingga Sabtu (22/8/2026) terdapat 150.576 orang mengungsi.

Angka tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang berada di kisaran 130 ribu pengungsi. Tiga wilayah dengan jumlah pengungsi terbesar yakni:

• Manggarai: 41.427 orang

• Nagekeo: 34.256 orang

• Manggarai Timur: 31.372 orang

Berton menjelaskan, peningkatan jumlah pengungsi turut dipengaruhi oleh aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT.

Selain memperbarui data korban, BNPB juga menyampaikan bahwa gempa susulan masih terus terjadi. Hingga Sabtu, tercatat sebanyak 5.012 kali gempa susulan mengguncang wilayah NTT.

Gempa susulan terbesar memiliki magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil tercatat bermagnitudo 1,1.

Dari ribuan gempa susulan tersebut, sebanyak 124 kali gempa dirasakan oleh masyarakat.

"Hingga saat ini gempa susulan masih sering terjadi dan hari ini kami mendapatkan jumlah gempa susulan sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar adalah 6,2 sedangkan yang terkecil adalah 1,1. Gempa susulan yang dirasakan warga sebanyak 124 kali," ujar Berton.

Dengan masih berlangsungnya aktivitas gempa susulan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.


Topik

Peristiwa Gempa gempa bumi gempa NTT NTT Nusa Tenggara Timur



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa