Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Aksi BEM UI Diblokade di Sudirman, Mahasiswa Cekcok dengan Kapolres soal Larangan ke Bundaran HI

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

18 - Aug - 2026, 18:04

Placeholder
Suasana terkini aksi mahasiswa yang tertahan di sekitaran Jalan MH Thamrin, Selasa (18/8/2026). (Foto: Threads)

JATIMTIMES - Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang hendak menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, tertahan di Jalan MH Thamrin, Selasa (18/8/2026). Mahasiswa sempat berdebat dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomun Hutagalung terkait larangan melanjutkan perjalanan ke lokasi aksi.

Rombongan mahasiswa sebelumnya bergerak dari arah Sudirman menuju Bundaran HI. Namun, massa dihadang aparat kepolisian di sekitar Gedung UOB, Jalan MH Thamrin.
Situasi sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong. Petugas kemudian membentuk barikade dan memasang tameng besi untuk menghalau massa.

Baca Juga : Sekitar 7.600 Jiwa Terdampak Kekeringan, Ratusan Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan ke Malang Selatan

Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang berada di lokasi turut terlibat perdebatan dengan polisi. Fathimah bahkan terlihat geram saat dirinya bersama mahasiswa lain dihalangi aparat untuk melanjutkan perjalanan menuju titik aksi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomun Hutagalung mengatakan polisi tidak melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi. Namun, dia meminta aksi tetap memperhatikan aktivitas masyarakat dan perkantoran di sekitar Bundaran HI.

"Boleh menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu aktivitas warga," ujar Reynold, dikutip tayangan langsung Kompas TV. 

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Fathimah. Wakil Ketua BEM UI itu mempertanyakan dasar pernyataan polisi mengenai adanya warga yang terganggu akibat aksi mahasiswa.

"Bapak mengatasnamakan warga, tapi kalau tidak sesuai apa yang diomongkan bapak harus bertanggung jawab," kata Fathimah.

Reynold kemudian kembali menjelaskan bahwa masyarakat di sekitar lokasi berharap massa tidak masuk ke kawasan Bundaran HI.

"Iya silakan, kami sudah berjalan tadi meski tidak warga seluruhnya. Semua warga di sini berharap tidak masuk Bundaran HI," ujar Reynold.

Pernyataan tersebut kembali dipertanyakan mahasiswa.
"Siapa yang terganggu siapa? Yang mana?" tanya mahasiswa UI.

Reynold lalu menjelaskan kepolisian berupaya mengatur arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan.

"Kami atur satu jalur, berapa lajur di Bundaran HI," kata Reynold.

Namun, mahasiswa masih mempertanyakan alasan mereka tidak diperbolehkan menyampaikan aspirasi di Bundaran HI.

"Pertanyaannya, siapa yang terganggu aksi kami. Kalau mereka dikasih kesempatan mereka akan aksi bersama kami, tapi dihalangi-halangi sama bapak," ujar mahasiswa UI.

Massa BEM UI kemudian tertahan di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Gedung UOB. Barikade aparat membuat mahasiswa tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI yang sebelumnya ditetapkan sebagai titik aksi.

Situasi sempat memanas sekitar pukul 14.40 WIB. Sejumlah mahasiswa terlihat tumpah ke jalur bus TransJakarta.

Polisi kemudian meminta massa bergeser agar jalur tersebut dapat kembali digunakan bus TransJakarta.

Situasi setelah itu kembali kondusif. Perwakilan mahasiswa meminta massa meninggalkan jalur TransJakarta. Sementara itu, sejumlah orator tetap bergantian menyampaikan aspirasi dan tuntutan.

Baca Juga : Bersama Universitas Brawijaya, BPJS Ketenagakerjaan Beri Kesempatan Kuliah Bagi Anak Ahli Waris

Selain soal akses menuju Bundaran HI, mahasiswa juga mempertanyakan larangan penggunaan pengeras suara atau toa dari mobil komando.

"Saya minta tidak pakai toa," ujar Reynold kepada mahasiswa.

Mahasiswa kemudian mempertanyakan alasan pengeras suara tersebut tidak diperbolehkan digunakan.

"Enggak bisa, apa perbedaannya?" tanya salah seorang mahasiswa.

Hingga saat itu, massa BEM UI masih tertahan di kawasan Sudirman dan Jalan MH Thamrin.

BEM UI sebelumnya telah menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI. Sekitar 500 mahasiswa UI diperkirakan mengikuti aksi tersebut.

Jika digabungkan dengan mahasiswa dari sejumlah kampus lain, jumlah massa yang terdata mencapai sekitar 1.000 orang.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan sebelumnya menegaskan mahasiswa tetap akan menggelar aksi di Bundaran HI.

Aksi tersebut mengusung tema "Rebut Kemerdekaan" dan membawa delapan tuntutan. Isu yang disuarakan mencakup persoalan ekonomi, tata kelola pemerintahan, agraria, pembangunan, penanganan bencana hingga keamanan.

BEM UI antara lain menuntut penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN).

Mahasiswa juga mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Tuntutan lainnya mencakup reforma agraria, penghentian pemusatan kekuasaan, penetapan status bencana nasional untuk Sumatera dan Flores, serta penghentian apa yang mereka sebut sebagai represivitas TNI-Polri.

Dengan massa yang masih berada di sekitar Sudirman dan MH Thamrin, pengguna jalan yang hendak melintas di kawasan tersebut, termasuk Bundaran HI, perlu mengantisipasi kepadatan lalu lintas dan kemungkinan pengalihan arus selama aksi berlangsung.


Topik

Peristiwa Aksi BEM UI Sudirman Mahasiswa demo mahasiswa Bundaran HI



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa