Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ramai Beredar Price List Gunung Kawi, Benarkah Ada Tarif Pesugihan?

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Dede Nana

05 - Jul - 2026, 07:32

Placeholder
Potret price list di Gunung Kawi. (Foto: Instagram)

JATIMTIMES - Gunung Kawi di Kabupaten Malang kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, sororan warganet tertuju pada sebuah foto yang memperlihatkan daftar harga atau price list selamatan dan nazar di kawasan Pesarean Gunung Kawi.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar. Tak sedikit yang mengaitkannya dengan isu pesugihan yang selama ini kerap melekat pada nama Gunung Kawi. Padahal, sejumlah warganet yang mengaku pernah berziarah di lokasi itu menyebut daftar harga tersebut merupakan biaya pemesanan selamatan atau nazar, bukan tarif untuk ritual pesugihan.

Baca Juga : Cuaca Jawa Timur Minggu 5 Juli 2026: Malang Raya Cerah Berawan 

Perbincangan ini terjadi mulanya karena foto yang diunggah oleh akun @hapeblekberi, kemudian ramai diunggah ulang oleh akun-akun viral lainnya. 

"Ternyata di Gunung Kawi beneran ada price list-nya jir wkwkwk. Ini gak ada info projected ROI-nya kah?," tulis @hanif****. 

Unggahan tersebut kemudian dibagikan ulang di berbagai platform media sosial dan memancing ribuan komentar. Berdasarkan foto yang beredar, daftar tersebut berisi menu selamatan dan nazar yang dapat dipesan peziarah.

Beberapa di antaranya yakni:
• Ayam Besek: Rp130.000
• Tumpeng Ayam: Rp270.000
• Tumpeng Ayam Sayur: Rp330.000
• Tumpeng Ayam Hias Isi 3 Nasi Putih: Rp510.000
• Tumpeng Ayam Hias Isi 4 Nasi Putih: Rp580.000
• Tumpeng Ayam Hias Isi 3 Nasi Kuning: Rp560.000
• Tumpeng Ayam Hias Isi 4 Nasi Kuning: Rp630.000
• Kambing Besek: Rp150.000
• Tumpeng Kambing: Rp610.000
• Tumpeng Kambing Sayur: Rp650.000
• Tumpeng Kambing Ekoran: Rp2.400.000
• Tumpeng Kambing Hias Nasi Putih: Rp930.000
• Tumpeng Kambing Hias Nasi Kuning: Rp980.000
• Telur Besek: Rp100.000
• Tumpeng Telur: Rp200.000
• Tumpeng Telur Sayur: Rp260.000
• Sayur Tumpeng: Rp80.000

Selain itu, terdapat pula daftar kebutuhan ritual lainnya, seperti:
• Satu ekor kambing sajen: Rp2.500.000
• Satu ekor sapi sajen: Rp20.000.000
• Satu ekor tumpeng sapi: Rp25.000.000
• Wayang kulit: Rp7.000.000
• Wayang ruwatan: Rp15.000.000

Pada papan informasi juga tercantum nomor telepon dan WhatsApp untuk pemesanan selamatan di sisi kiri maupun sisi kanan kawasan pesarean.

Di kolom komentar, sejumlah warganet memberikan penjelasan mengenai daftar harga tersebut. Mereka menilai informasi yang beredar sering kali disalahartikan sebagai "tarif pesugihan".

Salah seorang pengguna X menjelaskan bahwa kawasan Gunung Kawi memiliki lebih dari satu lokasi.

"Gn Kawi itu ada 2 : keraton dan pesarean. Keraton yang atas, yg lagi kulik sama pesulap merah. Kalo yang di foto ini pesareannya, selametan atau nadzar ya mungkin tiap orang punya kepercayaannya sendiri. Stauku tempat ini yang Pesarean merupakan makam dari dua tokoh pejuang yang dihormati, yakni Eyang Jugo dan Raden Mas Imam Soedjono," tulis akun @vekta**.

Komentar serupa juga disampaikan akun lain. "Laah. Padahal itu ngga wajib loh,dan khusus untuk orang" yang mau selamatan aja dan makananya abis di doain trus di makan bareng" kek acara syukuran gitu bukan untuk ngasih makan jin dan sejenisnya," tulis akun @bakoel**.

Sementara itu, akun @vivian*** juga memberikan penjelasan mengenai tradisi di kawasan pesarean.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Minggu Pon 5 Juli 2026: Hindari Menggali Tanah

"Gn Kawi itu tempat ziarah bukan pesugihan,saya jelasin yg pesareannya di map yg di bawah.di sana ada 3 tempat buat ziarah makam yg di bawah satu, terus di tengah ada pesareannya, dan satu lagi di atas di mana foto itu buat beli selamatan..nanti abis buat selamatan berkatnya di kasih buat kalian makan, kalo kesana dengan tujuan baik ya pasti dapat berkah tapi kalo tidak ya itu banyak musibah yg di namain tumbal begitu mungkin," tulisnya.

Perbincangan mengenai Gunung Kawi sebelumnya juga kembali mencuat setelah kanal YouTube Pesulap Merah mengunggah wawancara dengan salah satu kuncen, Sunarto.

Dalam wawancara tersebut, Sunarto menjelaskan bahwa penyembelihan ayam, kambing, maupun sapi dilakukan sebagai bentuk syukuran ketika seseorang merasa hajat atau nazarnya telah terkabul.

"Iya orang-orang berhasil (terkabul hajatnya) motong sapi seperti ini. Syukuran. Mengucapkan rasa terima kasih," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa hasil penyembelihan hewan tersebut tidak disimpan untuk keperluan ritual tertentu, melainkan dibagikan kepada masyarakat sekitar, terutama warga yang membutuhkan.

Di balik berbagai cerita yang berkembang, Gunung Kawi sebenarnya dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi dan sejarah di Jawa Timur. Kawasan ini berada di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Di sana terdapat pesarean atau kompleks makam Kanjeng Kyai Zakaria II yang dikenal sebagai Eyang Jugo serta Raden Mas Imam Soedjono. Keduanya merupakan tokoh bangsawan yang ikut berjuang bersama Pangeran Diponegoro melawan penjajahan Belanda dalam Perang Jawa 1825-1830.

Setelah perang usai, keduanya disebut menetap di Jawa Timur dan aktif menyebarkan ajaran Islam. Hingga kini makam mereka masih ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah dan lintas etnis, mulai dari Jawa, Madura hingga Tionghoa.

Tradisi ziarah biasanya memuncak saat malam 1 Suro atau 1 Muharram. Ribuan orang datang untuk berdoa dan mencari berkah, sehingga Gunung Kawi lama-kelamaan dikenal sebagai salah satu pusat wisata spiritual terbesar di Jawa Timur.


Topik

Peristiwa gunung kawi ziarah pesugihan price list di gunung kawi sejarah gunung kawi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Dede Nana