Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Tekno

Tren Kendaraan Listrik Meningkat, PLN Malang Catat 683 Warga Sudah Punya Home Charging

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - May - 2026, 13:19

Placeholder
SPKLU yang ada di kantor PLN UP3 Malang (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Perkembangan kendaraan listrik di wilayah Malang Raya terus menunjukkan tren positif. PLN UP3 Malang mencatat ratusan pelanggan kini telah memiliki home charging atau fasilitas pengisian daya mandiri di rumah untuk mendukung penggunaan mobil listrik sehari-hari.

Manager PLN UP3 Malang Agung Wibowo mengatakan, masyarakat kini semakin mudah mengakses layanan pemasangan home charging melalui aplikasi PLN Mobile. Program tersebut ditujukan khusus bagi pemilik kendaraan listrik dengan skema pemasangan daya tersendiri.

Baca Juga : Ajarkan Empati Lewat Momentum Iduladha, MTsN 1 Kota Malang Sembelih 4 Sapi dan 24 Kambing Kurban

“Untuk pengajuan mandiri, model SPKLU itu ada banyak. Kalau di rumah mungkin lebih dikenal dengan home charging atau SPKLU mini yang dipasang di rumah-rumah. Itu bisa dicek menggunakan aplikasi PLN Mobile,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, pelanggan yang memiliki mobil listrik dapat mengajukan promo pemasangan baru dengan menyertakan identitas kendaraan seperti NIK maupun VIN atau nomor rangka kendaraan. “Jadi khusus yang punya mobil listrik, semacam memiliki SPKLU mandiri di rumah,” katanya.

Di wilayah Malang sendiri, antusiasme masyarakat terhadap fasilitas pengisian daya mandiri disebut terus meningkat. Hingga saat ini, PLN mencatat sudah ada sekitar 683 pelanggan yang memiliki wall charging atau home charging pribadi.

“Di Malang ini ada sekitar 683 pelanggan yang sudah memiliki wall charging atau home charging sendiri,” ungkapnya.

Menurut Agung, konsep home charging sebenarnya serupa dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hanya saja kapasitas dayanya lebih kecil dibanding SPKLU publik.

“Hanya saja dayanya lebih kecil. Kalau di PLN mungkin bisa melihat dayanya 180.000 Watt. Kalau di rumah, itu rata-rata 7.700. Waktu pengecasannya lebih lama,” jelasnya.

Tak hanya mobil listrik, PLN UP3 Malang juga mulai menyediakan fasilitas SPKLU untuk kendaraan roda dua. Bahkan masyarakat yang menggunakan motor listrik disebut dapat melakukan pengisian daya langsung dari instalasi rumah tangga.

“Kami juga sudah membuat di sini SPKLU roda dua. SPKLU roda dua bisa dipakai untuk motor listrik,” katanya.

Namun demikian, Agung mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan kapasitas listrik rumah agar pengisian daya kendaraan tidak mengganggu penggunaan perangkat elektronik lainnya.

“Kembali lagi misalkan di rumah dayanya baru 1.300 Watt, kebetulan misalkan di rumah sudah punya kulkas, sudah punya AC, sering jeglek-jeglek, barangkali bisa menggunakan promo tambah daya agar bisa dipakai untuk ngecas motor listriknya dengan lebih nyaman lagi,” ujarnya.

Agung menilai, salah satu keuntungan utama penggunaan kendaraan listrik adalah efisiensi biaya operasional yang jauh lebih murah dibanding kendaraan berbahan bakar minyak.

Baca Juga : Rayakan Iduladha 1447 Hijriah, Bupati Sanusi Tekankan Makna Keikhlasan dan Kepedulian Sesama

“Nah, yang pertama, mungkin kalau melihat sekarang harga mohon maaf Pertamina Dex atau Dexlite sekarang sudah melambung tinggi,” katanya.

Ia bahkan membandingkan pengalaman pribadinya saat melakukan perjalanan menggunakan mobil listrik dari Malang menuju Ngawi. Menurutnya, biaya pengisian daya jauh lebih hemat dibanding kendaraan konvensional.

“Ini sebagai contoh saya sudah menggunakan mobil listrik, dari Malang sampai dengan Ngawi di rest area 575 itu biasanya saya ngecas hanya 100 ribu-an. Dibandingkan dengan menggunakan mobil berbasis internal combustion engine (ICE), baik solar maupun bensin, mungkin saya membutuhkan, kalau biasanya, saya membutuhkan pengisian sekitar 500 ribu-an,” ungkapnya.

“Jadi ya bisa dikatakan seper lima. Dan biaya yang dikeluarkan itu jauh berkurang,” lanjutnya.

Selain soal efisiensi, PLN juga memastikan pengembangan kendaraan listrik akan berjalan seiring dengan transisi energi bersih yang tengah dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan.

Agung menyebut salah satu proyek yang sedang dikembangkan berada di Waduk Karangkates berupa pembangkit listrik tenaga surya terapung berkapasitas 100 Megawatt.

“Salah satu contohnya ada di Karangkates, ini sedang dibangun pembangkit dari tenaga surya terapung di Waduk Karangkates dengan kapasitas 100 Megawatt,” katanya.

Ia menambahkan, PLN secara bertahap juga akan mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar batu bara dan menggantinya dengan energi ramah lingkungan.

“Jadi intinya jangan khawatir, kedepannya PLN akan memensiunkan pembangkit-pembangkit berbahan batu bara, diganti oleh pembangkit-pembangkit berbahan bakar energi ramah lingkungan,” pungkasnya.


Topik

Tekno Kendaraan Listrik PLN PLN Malang PLN Up 3 Malang Home Charging



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni