Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Idul Adha di Tengah Tekanan Ekonomi, Kemenag Kota Malang Tekankan ASN Harus Banyak Berbagi

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Dede Nana

28 - May - 2026, 11:14

Placeholder
Kepala Kemenag Kota Malang, H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag, saat tengah memantau jalannya proses penyembelihan hewan kurban di Kantor Kemenag Kota Malang (Anggara Sudiongko/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Idul Adha tahun ini dimaknai berbeda oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, momentum kurban tidak hanya dijalankan sebagai ibadah tahunan, tetapi juga dijadikan sarana memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian kepada warga yang sedang menghadapi tekanan hidup.

Kepala Kantor Kemenag Kota Malang, H. Achmad Shampton, S.HI., M.Ag, menegaskan bahwa semangat Idul Adha seharusnya tidak berhenti pada prosesi penyembelihan hewan kurban semata. Menurutnya, makna terbesar dari Idul Adha justru terletak pada keberanian untuk berbagi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di masa ketika daya beli masyarakat masih mengalami tekanan akibat situasi ekonomi global.

1

Ia menilai dampak berbagai persoalan internasional, termasuk perang dan ketidakstabilan ekonomi dunia, masih dirasakan masyarakat hingga saat ini. Karena itu, ASN di lingkungan Kemenag Kota Malang diminta memiliki kepekaan sosial lebih tinggi dibanding sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.

Baca Juga : Aksi Green Kurban, DPC PDIP Magetan Bagikan Daging Qurban Pakai Besek Dan Daun Jati

“Di era Covid semuanya collapse, ASN tidak. Maka harus lebih banyak bersyukur dan berbagi,” ujar Gus Shampton, saat diwawancarai disela penyembelihan hewan kurban di halaman kantor Kemenag Kota Malang, Kamis, (28/5/2026).

2

Menurutnya, posisi ASN yang tetap menerima penghasilan rutin ketika banyak masyarakat kehilangan pekerjaan harus menjadi bahan refleksi moral. Idul Adha, kata dia, merupakan momentum tepat untuk menumbuhkan kembali rasa empati dan pengorbanan sosial di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang cenderung individualistis.

Karena itu, Kemenag Kota Malang mendorong seluruh pegawai untuk menjadikan semangat kurban sebagai budaya keseharian, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan. Selain berkurban, salah satu langkah sederhana yang dilakukan adalah gerakan berbagi makanan setiap hari di lingkungan kantor.

3

Melalui program tersebut, ASN yang membawa bekal makan siang diminta menambah satu porsi makanan untuk disediakan kepada masyarakat yang membutuhkan. Makanan itu kemudian ditempatkan di sebuah tempat khusus yang dapat diakses siapa saja tanpa syarat.

“Kawan-kawan ASN kita minta yang membawa bekal, bekalnya ditambah satu. Satunya ditaruh di rombong situ, siapa yang butuh makan silakan makan,” katanya.

Program sederhana itu dinilai menjadi bentuk implementasi nilai Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya berbagi daging kurban setahun sekali, tetapi membangun kebiasaan peduli terhadap sesama secara berkelanjutan.

5

Gus Shampton menekankan bahwa ASN tidak boleh hanya merasa bangga mengenakan seragam dan memiliki status pekerjaan yang stabil. Menurutnya, keberadaan ASN harus benar-benar memberi dampak sosial bagi masyarakat kecil.

Ia bahkan mengingatkan bahwa penghasilan ASN juga bersumber dari masyarakat melalui pajak. Karena itu, keberkahan rezeki pegawai pemerintah tidak dapat dilepaskan dari kerelaan dan doa masyarakat yang dilayani.

6

“Kehalalan rezeki ASN itu juga bergantung pada ridhonya masyarakat, karena dari pajaknya masyarakat,” ungkapnya.

Dalam momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini, Kemenag Kota Malang juga menghimpun hewan kurban untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Tahun ini terkumpul lima ekor sapi dan enam ekor kambing yang didistribusikan ke sejumlah titik.

Penyaluran hewan kurban tidak hanya difokuskan kepada warga sekitar kantor Kemenag, tetapi juga diperluas ke wilayah binaan dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Salah satu lokasi yang menerima distribusi kurban adalah Qoryah Sakinah, desa binaan Kemenag Kota Malang.

Baca Juga : Ajarkan Empati Lewat Momentum Iduladha, MTsN 1 Kota Malang Sembelih 4 Sapi dan 24 Kambing Kurban

Selain itu, hewan kurban juga disalurkan ke Sekolah Rakyat sebagai bentuk dukungan sosial sekaligus penguatan nilai-nilai keagamaan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Kita kirim ke Qoryah Sakinah, desa binaan kita, sama ke Sekolah Rakyat tahun ini,” ujar Gus Shampton.

Menurutnya, distribusi hewan kurban ke Sekolah Rakyat bukan sekadar pembagian daging untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan semangat baru bagi anak-anak agar tetap optimistis menjalani pendidikan dan kehidupan di tengah keterbatasan ekonomi.

“Untuk memotivasi anak-anak di sana biar punya ghirah semangat keagamaan,” katanya.

Ia menilai Idul Adha sejatinya mengajarkan tentang keikhlasan berkorban demi kepentingan yang lebih besar. Dalam konteks kehidupan sosial saat ini, semangat pengorbanan itu harus diterjemahkan menjadi keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.

Karena itu, distribusi daging kurban tahun ini juga diatur agar menjangkau lebih banyak warga. Panitia tidak hanya membagikan kepada penerima yang telah terdata, tetapi juga menyiapkan cadangan paket bagi masyarakat yang datang langsung meminta bantuan.

Gus Shampton mengatakan, pihaknya memang tidak menghitung secara rinci jumlah paket daging yang dibagikan. Namun, panitia telah melakukan pemetaan agar distribusi berjalan merata dan tetap terbuka bagi warga yang membutuhkan.

“Sudah di-plot-plot pembagiannya untuk masyarakat sekitar. Termasuk jaga-jaga kalau tiba-tiba ada orang datang minta, ya harus kita apresiasi,” tuturnya.

Bagi Kemenag Kota Malang, Idul Adha tahun ini menjadi pengingat bahwa ibadah kurban tidak cukup dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata. Nilai utama yang harus terus dihidupkan adalah semangat berbagi, kepedulian sosial, dan keberanian hadir membantu masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

“Jadi kita tidak boleh hanya sekadar berbangga menggunakan seragam ASN, tapi juga harus berbagi untuk masyarakat,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa kemenag kota malang iduladha kurban asn



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Dede Nana