JATIMTIMES — Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar memanfaatkan momentum halalbihalal sebagai ruang refleksi sekaligus penguatan nilai kebersamaan dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan bermartabat. Kegiatan yang digelar pada Senin 6 April 2026 di aula terbuka kampus ini diikuti jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta civitas akademika.
Acara tersebut juga dihadiri pengurus Yayasan Bina Citra Anak Bangsa Hidayaturrahman, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blitar Farmadi, serta tokoh agama seperti KH Muhtar Luby selaku pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Muta’alimin.
Baca Juga : Apel Pagi dan Halalbihalal, Mbak Wali Ajak ASN Perkuat Sinergi dan Inovasi
Rektor Unisba BlitarnDr H Soebiantoro menegaskan bahwa halalbihalal tidak sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan budaya kerja di lingkungan kampus.
“Momentum Idul Fitri dan halalbihalal merupakan tradisi luhur yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana membersihkan hati, memperkuat ukhuwah, dan memperbarui semangat kebersamaan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia menekankan, sebagai institusi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, Universitas Islam Balitar memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah dalam seluruh aktivitas akademik maupun sosial.
Menurut dia, pembangunan perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada aspek fisik seperti gedung dan sistem akademik. Lebih dari itu, yang utama adalah membangun karakter, nilai, dan budaya kerja Islami sebagai fondasi kelembagaan.
“Dalam perjalanan membangun kampus, kita tidak hanya membangun kurikulum dan sistem, tetapi juga membangun karakter dan budaya kerja Islami. Inilah yang menjadi kekuatan utama,” katanya.
Melalui momentum halalbihalal, Soebiantoro mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikannya sebagai titik refleksi bersama. Ia menyoroti pentingnya penguatan integritas, peningkatan disiplin, serta profesionalisme dalam menjalankan amanah pendidikan.
“Marilah kita jadikan momen ini untuk memperkuat integritas, meningkatkan disiplin dan profesionalisme, serta mempererat kebersamaan. Kemajuan perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kekuatan kebersamaan dan keikhlasan seluruh civitas akademika,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh sivitas akademika serta mitra kampus. Ia mengakui, dalam menjalankan amanah kepemimpinan, tidak lepas dari kekhilafan.
Baca Juga : Jelang Arema vs Persebaya, Aremania Ikrarkan Jaga Marwah Malang Raya
“Atas nama pribadi dan pimpinan universitas, saya memohon maaf apabila dalam menjalankan amanah terdapat kekurangan. Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat langkah kita ke depan,” ucapnya.
Soebiantoro turut mengapresiasi peran yayasan, panitia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang hadir memberikan pencerahan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengabdian di dunia pendidikan tidak mengenal batas waktu. Selama masih diberi kesempatan, setiap insan akademik memiliki tanggung jawab untuk terus memberi manfaat bagi masyarakat.
“Jabatan boleh berganti, waktu terus berjalan, tetapi pengabdian tidak pernah selesai. Selama kita masih diberi nafas, kita memiliki tanggung jawab untuk terus memberi manfaat,” katanya.
Ia mengajak seluruh elemen kampus untuk melangkah bersama dengan semangat baru pasca-Ramadan, membawa Unisba Blitar menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermartabat dan penuh keberkahan.
“Kita melangkah bersama dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan semangat baru, untuk membawa Unisba Blitar menjadi perguruan tinggi yang unggul, bermartabat, dan penuh keberkahan,” ujarnya.
