JATIMTIMES – Puluhan sekolah jenjang SMP di Kota Batu mulai melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dimulai serentak pada Senin (6/4/2026).
Namun, pelaksanaannya tidak berjalan sepenuhnya mulus. Meski secara teknis sistem diklaim lancar, sejumlah siswa dilaporkan menemukan butir soal yang cacat karena tidak menyertakan pilihan jawaban.
Baca Juga : Hari Ini TKA SMP 2026 Digelar, Berikut Fungsi Nilainya untuk Siswa dan Masa Depan Pendidikan
Di hari pertama ujian, TKA diikuti oleh 2.895 siswa dari 29 SMP se-Kota Batu. Agenda ini merupakan instrumen penting pemetaan kompetensi akademik siswa sesuai standar nasional.
"Secara umum lancar. Hanya saja dari 29 sekolah yang menjalani ujian, satu di antaranya menumpang karena keterbatasan sarana dan prasarana (sarpras)," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat saat kunjungan TKA di SMPN 2 Batu.
Dikatakannya, SMPN 7 Batu harus menumpang di SMPN 3 Batu. Sedangkan 28 sekolah bisa ujian mandiri. Selain kendala soal, keterbatasan sarana prasarana (sarpras) masih menjadi isu klasik. SMPN 7 Batu terpaksa harus menumpang ujian karena belum memiliki fasilitas mandiri yang memadai.
Untuk mendukung kelancaran ujian, Alfi mengaku telah menerjunkan 51 pengawas di ruang ujian. Tak hanya itu, enam pengawas cadangan juga disiagakan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan selama pelaksanaan berlangsung. "Kami fokus pada integritas pelayanan agar ujian berjalan lancar sampai akhir," imbuh Alfi.
Pelaksanaan TKA SMP ini dijadwalkan berlangsung dalam empat gelombang hingga 16 April mendatang. Disdik Kota Batu diharapkan segera melakukan koordinasi agar temuan soal cacat tanpa jawaban tidak terulang di gelombang selanjutnya, sehingga tidak merugikan ribuan siswa yang tengah berjuang memetakan kemampuan akademiknya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah sekolah, ada temuan kendala pada kecacatan soal ujian. Beberapa siswa sempat terhenti sejenak saat mendapati soal yang muncul di layar perangkat mereka hanya menampilkan narasi pertanyaan tanpa adanya opsi jawaban A, B, C, atau D. Kondisi itu salah satunya di SMPN 3 Batu.
Baca Juga : Nilai Transaksi Ekonomi Kelompok Tani Hutan Jatim Capai Rp 367,95 Miliar
Kepala SMP Negeri 3 Batu Budi Prasetyo menjelaskan bahwa secara infrastruktur digital, sekolahnya telah memilih sistem semi-daring guna menghindari risiko gangguan server. Sinkronisasi data pun telah dilakukan sejak Sabtu (4/4/2026). Namun, sistem semi-daring ternyata hanya menjamin stabilitas jaringan, bukan kesempurnaan konten soal yang diunduh dari pusat.
"Sistem semi-daring memang jauh lebih aman dari sisi koneksi. Karena dari pusat, Terkait adanya soal yang cacat, itu akan menjadi bahan evaluasi dalam sinkronisasi gelombang berikutnya," ungkap Budi.
Di SMPN 3 Batu sendiri, pelaksanaan dibagi ke dalam dua gelombang (sesi 2 dan 3) untuk menyesuaikan kesiapan perangkat dan mental siswa. "Kami mulai pukul 09.15 agar siswa tidak terburu-buru dan lebih siap menghadapi soal," tambahnya.
