Viral Kisah Pilu Perempuan Harus Operasi Cabut Kuku usai Nail Art Pertama
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2026, 11:52
JATIMTIMES - Seorang perempuan bernama Devas Covax mendadak menjadi perbincangan warganet setelah membagikan pengalaman pahitnya mencoba nail art untuk kali pertama. Bukan sekadar estetika, perawatan kuku tersebut justru berujung pada operasi pencabutan kuku kaki akibat infeksi dan komplikasi yang dialaminya.
Melalui unggahan di media sosial @devascovaxtiojavissie, perempuan yang akrab disapa Eca menceritakan awalnya ia mencoba nail art gel di tangan dan kaki. Namun, setelah beberapa waktu, gel tersebut mulai mengelupas dan kondisi kukunya berubah drastis, terutama di bagian kaki.
Baca Juga : Negara yang Gagal, Wangsa yang Menang: Panembahan Agung Ponorogo dan Lahirnya Kajoran
“Nail gel-nya ngelupas, dan kondisi kuku ku pertamanya seperti ini (tipis). Aku nail-nya di tangan dan di kaki, dan yang dioperasi bagian kaki,” tulis Devas.
Gejala awal ditandai dengan rasa nyeri berdenyut saat berjalan pada bagian jempol kaki. Ia juga melihat adanya darah yang mulai muncul di dalam kuku, meski saat itu ia masih menganggapnya sebagai hal biasa.
“Dipakai jalan udah nyut-nyutan, dan itu darah di dalam kuku mulai kelihatan. Walaupun kakiku sudah menunjukkan gejala, aku masih menyangkal, ‘ah mungkin nanti sembuh’,” ungkap Eca.
Berbeda dengan kuku kaki, kuku tangannya tidak mengalami masalah serius. Ia bahkan rutin menggunakan vitamin kuku. Namun, kondisi kuku kaki justru semakin memburuk, terlebih karena aktivitas kerjanya mengharuskan ia sering memakai sepatu.
“Waktu itu aku kerja jadi sering pakai sepatu, dan itu bikin kondisi kaki ku makin parah,” kata Eca.
Saat kukunya memanjang dan dipotong, Eca baru menyadari ada darah beku di dalamnya. Ia mencoba memotong kuku lebih pendek dan mengeluarkan darah tersebut tanpa menyadari bahwa kuku dan jaringan di bawahnya sudah tidak lagi menyatu.
“Aku gak nyangka ternyata kuku sama dagingnya sudah gak menyatu. Makanya bisa dipotong sependek itu,” jelas Eca
Masalah semakin serius ketika kuku tumbuh kembali, terutama saat ia sedang bepergian ke luar negeri. Rasa nyeri hebat muncul, bahkan mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Ini sakit banget jujur. Aku gak nyenyak kalau tidur, bahkan jalan pun kadang nyeri dan perih,” tambah Eca.
Kondisi itu akhirnya berkembang menjadi cantengan parah hingga muncul nanah. Tidak ada pilihan lain, Eca pun harus menjalani operasi pencabutan kuku.
Baca Juga : Air Mata Imam Malik saat Berbuka, Kenangan tentang Kesederhanaan Rasulullah yang Menggetarkan Hati
“Operasi cabut kuku jadinya. Sakit banget, kapok aku. Gak mau lagi nail art,” terang Eca.
Ia menduga, proses pengikiran kuku saat pemasangan nail art menjadi penyebab utama kukunya menjadi terlalu tipis dan rentan mengalami kerusakan. “Mungkin mbaknya nge-kikir kuku ku terlalu dalam sampai tipis,” imbuh Eca.
Eca juga mengungkapkan biaya operasi yang harus ia keluarkan mencapai jutaan rupiah. Biaya itu belum termasuk perawatan setelahnya yang mencapai jutaan.
Unggahannya pun viral dan menuai beragam komentar dari warganet. Banyak yang memberikan dukungan sekaligus mengingatkan pentingnya memilih nail artist profesional.
“Ka, harus pinter-pinter cari nailist ya, karena kalau tekniknya salah bisa jadi penyebab jamur kuku. Sehat-sehat ya ka,” komentar putri.ay_uu.
Sementara akun cutiie__pieeee menjelaskan kondisi yang dialami Eca kemungkinan merupakan subungual hematoma yang berkembang menjadi infeksi.
“Kondisi awal yang kaka alami ini namanya subungual hematoma, lalu bisa menjalar menjadi jamur kuku. Nailist profesional biasanya tahu pencegahannya,” tulisnya.
“Aku udah pernah cabut kuku jempol kaki, setahun buat tumbuh itupun masih agak sakit dan belum sempurnaj. Setelah 3tahun lebih baru berasa "normal' sepenuhnya. Semangat,” komentar ridnoca.
