Jangan Salah Kaprah! Tidur Seharian saat Puasa Ramadan Ternyata Tak Menambah Pahala
Reporter
Mutmainah J
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2026, 10:51
JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu identik dengan peningkatan ibadah, suasana yang lebih religius, dan semangat memperbaiki diri.
Namun di sisi lain, tidak sedikit orang yang justru memilih menghabiskan waktu dengan tidur lebih lama saat berpuasa. Alasannya beragam, mulai dari agar tidak merasa lapar hingga supaya waktu berbuka terasa lebih cepat.
Baca Juga : Mau Puasa Sekaligus Diet? Dokter Ini Bocorkan 5 Tips biar Lemak Turun Tanpa Tersiksa
Lantas, muncul pertanyaan penting yakni apakah tidur seharian saat puasa Ramadan bisa mengurangi pahala? Untuk tahu jawabannya, yuk simak penjelasan Ustaz Adi Hidayat berikut ini.
Melansir dari kanal YouTube @S-efendi, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hadis yang berbunyi, “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi), tidak termasuk hadis sahih.
Menurut dia, riwayat tersebut dikategorikan sebagai hadis lemah dan tidak bisa dijadikan landasan untuk membenarkan kebiasaan tidur berlebihan selama Ramadan. Ia menegaskan bahwa pemahaman keliru terhadap hadis tersebut bisa membuat orang salah kaprah dalam memaknai puasa.
“Kalau puasa itu lebih banyak tidurnya, bagaimana mungkin Nabi menganjurkan umatnya untuk memperbanyak ibadah?” ungkapnya, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, puasa adalah latihan pengendalian diri, kesabaran, dan peningkatan ketakwaan. Ramadan justru menjadi momentum untuk:
• Memperbanyak membaca Al-Qur’an
• Meningkatkan kualitas salat wajib dan sunah
• Memperbanyak sedekah
• Menguatkan kepedulian sosial
• Mengendalikan emosi dan hawa nafsu
Jika seseorang menghabiskan hampir seluruh waktu siangnya dengan tidur, maka kesempatan emas untuk meraih pahala berlipat bisa terlewatkan.
Dalam hadis-hadis shahih, Rasulullah SAW digambarkan semakin giat beribadah ketika Ramadan tiba. Beliau memperbanyak salat malam, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan interaksi sosial dengan umatnya.
Bahkan dalam sejarah Islam, peristiwa besar seperti Perang Badar dan Fathu Makkah terjadi di bulan Ramadan. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadan bukan bulan bermalas-malasan, melainkan bulan penuh energi spiritual dan produktivitas.
Semangat ini menjadi bukti bahwa puasa tidak identik dengan kelemahan, tetapi justru kekuatan iman dan mental.
Pandangan Ulama tentang Hadis Tidur saat Puasa
Sejumlah ulama hadis telah membahas riwayat tentang “tidurnya orang puasa adalah ibadah”. Imam Ibn Hajar al-Asqalani menyatakan bahwa hadis tersebut berstatus dhaif (lemah) dan tidak bisa dijadikan pegangan untuk menetapkan keutamaan khusus.
Dalam literatur hadis yang kuat, tidak ditemukan dalil sahih yang menyebutkan bahwa semakin banyak tidur saat puasa, semakin besar pula pahala yang diperoleh. Justru yang ditekankan adalah amal yang dilakukan dengan kesadaran, niat tulus, dan kesungguhan.
Hukum Tidur Seharian saat Puasa
Secara hukum fikih, tidur seharian tidak membatalkan puasa. Selama seseorang tetap berniat puasa dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkannya, maka puasanya tetap sah. Namun, ada beberapa catatan penting:
- Sah tetapi kurang afdhal
- Puasa tetap sah, tetapi tidak mendapatkan keutamaan maksimal Ramadan.
- Kehilangan peluang pahala
- Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk ibadah menjadi terbuang.
- Berisiko melalaikan kewajiban
Baca Juga : 3 Waktu Terbaik Minum Air Kelapa saat Ramadan, Bikin Tubuh Tetap Segar dan Tak Mudah Lemas
- Jika tidur menyebabkan lalai dari salat wajib, maka tentu berdampak pada dosa.
Tidur memang penting untuk menjaga kesehatan, apalagi bagi yang tetap bekerja atau beraktivitas berat. Islam tidak melarang istirahat. Namun, tidur yang berlebihan hingga menjadikan Ramadan hanya sebagai “bulan istirahat” tentu tidak sejalan dengan tujuan ibadah.
Dampak Tidur Berlebihan saat Puasa
Tidur berlebihan bukan hanya soal pahala, tetapi juga berdampak pada kualitas ibadah secara keseluruhan. Beberapa dampaknya antara lain:
• Tubuh terasa semakin lemas karena ritme tidur tidak teratur
• Sulit bangun untuk salat tepat waktu
• Waktu membaca Al-Qur’an menjadi sangat terbatas
• Minim interaksi sosial dan kepedulian terhadap sesama
Padahal, Ramadan adalah bulan pembentukan karakter disiplin dan pengendalian diri.
Cara Mengatur Waktu Istirahat saat Ramadan
Agar tetap bugar tanpa mengurangi nilai ibadah, ada beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Tidur lebih awal setelah salat Tarawih
- Bangun sahur dengan cukup waktu
- Istirahat singkat (power nap) 20–30 menit di siang hari
- Mengatur aktivitas agar tidak terlalu berat
Dengan manajemen waktu yang baik, tubuh tetap sehat dan ibadah tetap maksimal.
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidur seharian saat puasa Ramadan memang tidak membatalkan puasa. Namun, kebiasaan tersebut membuat seseorang kehilangan banyak kesempatan untuk meraih pahala berlipat.
Puasa bukan tentang mempercepat waktu berbuka dengan tidur, melainkan tentang memaksimalkan waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadan adalah bulan latihan disiplin, produktivitas, dan peningkatan spiritual.
Jadi, jika merasa lelah, beristirahatlah secukupnya. Tetapi jangan jadikan tidur sebagai alasan untuk bermalas-malasan. Isi hari-hari Ramadan dengan ibadah, kebaikan, dan aktivitas produktif agar pahala yang didapat benar-benar maksimal.
