Jadikan 2026 Momentum Percepatan Pembangunan, Bupati Jember Sebut Tahun Pembuktian
Reporter
Moh. Ali Mahrus
Editor
Yunan Helmy
21 - Feb - 2026, 09:53
JATIMTIMES - Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Jember Gus Fawait menjadi ruang terbuka untuk menegaskan arah pemerintahan ke depan. Dalam forum tersebut, Gus Fawait menyampaikan bahwa dinamika politik yang terjadi selama setahun terakhir tidak boleh mengganggu pelayanan publik.
“Dinamika itu biasa dalam demokrasi. Yang tidak boleh terganggu adalah pelayanan kepada rakyat,” ujar Bupati Jember Muhammad Fawait, Jumat (20/2/2026) sore.
Baca Juga : Air Mata Imam Malik saat Berbuka, Kenangan tentang Kesederhanaan Rasulullah yang Menggetarkan Hati
Ia menegaskan bahwa sejak awal memilih fokus bekerja daripada merespons polemik politik. Menurut Fawait, kepala daerah harus memastikan stabilitas birokrasi dan kesinambungan pelayanan tetap berjalan.
Tahun 2025 disebutnya sebagai fase adaptasi dan konsolidasi. Tidak ada perombakan besar-besaran birokrasi pada masa transisi. Seluruh kepala OPD diberikan kesempatan menunjukkan kinerja. Namun memasuki 2026, ia menekankan bahwa fase pembuktian telah dimulai.
“Kalau 2025 adalah pemanasan, maka 2026 adalah tahun pembuktian. Kita harus berlari, bukan lagi berjalan,” tegasnya.
Fokus ke depan diarahkan pada percepatan investasi, penyempurnaan regulasi tata ruang, serta penguatan Mall Pelayanan Publik di sejumlah wilayah. Aktivasi kembali Bandara Jember juga diposisikan sebagai langkah strategis membuka konektivitas dan menarik investor guna mengurai kemiskinan melalui penciptaan lapangan kerja.
Ia juga menyinggung pentingnya sinergi dengan DPRD dan seluruh elemen politik daerah. Perbedaan pandangan dinilai sebagai bagian dari fungsi kontrol dalam demokrasi, namun tujuan akhirnya tetap sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Refleksi 1 Tahun Pimpin Jember, Gus Fawait Perkuat Fondasi Pelayanan Dasar dan Dongkrak PAD
Dalam refleksi tersebut, Gus Fawait menutup dengan pesan personal. “Saya ini anak desa. Saya meninggalkan banyak hal untuk mengabdi di tanah kelahiran. Amanah ini harus dijaga dengan kerja nyata,” ucapnya.
Momentum satu tahun ini bukan sekadar evaluasi perjalanan, tetapi juga penanda dimulainya fase percepatan pembangunan Kabupaten Jember menuju kemandirian fiskal dan daya saing yang lebih kuat.
