Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Sebutir Kurma yang Buat Doa Ibrahim bin Adham Tertolak 4 Bulan

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Aug - 2026, 09:01

Placeholder
Ilustrasi gambar seorang umat yang tertolak doanya selama 4 bulan karena sebutir kurma (ist)

JATIMTIMES – Sebutir kurma menjadi bagian penting dalam kisah keteladanan Ibrahim bin Adham rahimahullah. Buah yang dimakannya tanpa mengetahui bahwa kurma tersebut bukan bagian dari barang yang ia beli disebut menjadi sebab doa-doanya tertolak selama empat bulan.

Kisah tersebut dicantumkan dalam buku Kumpulan Kisah Teladan karya Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D, yang mengutip riwayat dari kitab Siyar A'lam an-Nubala karya Imam Az-Zahabi.

Baca Juga : Siapa Gus Kikin? Calon Ketum PBNU Peraih Suara Terbanyak

Peristiwa bermula setelah Ibrahim menyelesaikan ibadah haji di Makkah. Ia hendak melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al-Aqsa dan membeli sekitar satu kilogram kurma dari seorang pedagang tua di sekitar Masjidil Haram untuk bekal perjalanan.

Setelah transaksi selesai, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak di dekat timbangan. Ia mengira kurma tersebut merupakan bagian dari kurma yang telah dibelinya.

Tanpa memeriksa kembali, Ibrahim mengambil dan memakan kurma tersebut. Setelah itu, ia meninggalkan Makkah dan meneruskan perjalanan.

Empat bulan berselang, Ibrahim tiba di Palestina. Ia kemudian memilih tempat yang tenang di bawah Kubah Sakhra, Kompleks Masjid Al-Aqsa, untuk beribadah dan berkhalwat.

Dalam kisah tersebut, saat Ibrahim tengah menjalankan ibadah, ia disebut mendengar percakapan dua malaikat yang membicarakan dirinya.

"Itu Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara' yang doanya selalu dikabulkan Allah SWT," ujar salah satu malaikat.

Malaikat lainnya kemudian menjawab, "Tetapi sekarang tidak lagi."

"Doanya ditolak karena empat bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat Masjidil Haram," lanjut malaikat tersebut.

Percakapan itu membuat Ibrahim tersentak. Ia menyadari bahwa ada hak orang lain yang belum ia selesaikan. Meskipun kurma tersebut dimakan karena ketidaksengajaan, Ibrahim tidak menganggap persoalan itu dapat dibiarkan.

Ia segera kembali ke Makkah untuk mencari pedagang tua yang menjadi pemilik kurma tersebut. Namun, ketika tiba di tempat pedagang itu biasa berjualan, Ibrahim justru mendapati seorang pemuda yang sedang melayani pembeli. Pemuda tersebut mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal dunia sekitar sebulan sebelumnya.

Baca Juga : Kaukus Intelektual Nahdlatul Ulama (NU) 

Ibrahim kemudian menceritakan apa yang terjadi empat bulan sebelumnya. Ia meminta agar sebutir kurma yang telah dimakannya dihalalkan. "Bagi saya tidak masalah, Insya Allah saya halalkan," jawab pemuda itu.

Namun, pemuda tersebut mengingatkan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menghalalkan hak seluruh keluarga. "Saya memiliki 11 orang saudara. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka karena kami semua memiliki hak waris yang sama," lanjutnya.

Ibrahim kemudian meminta alamat seluruh saudara pemuda tersebut. Ia mendatangi para ahli waris satu per satu meskipun tempat tinggal mereka saling berjauhan.

Upaya itu dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi hak keluarga pedagang yang masih melekat pada kurma tersebut. Setelah bertemu seluruh ahli waris, Ibrahim akhirnya memperoleh keikhlasan mereka untuk menghalalkan sebutir kurma yang pernah dimakannya. Setelah urusan tersebut selesai, Ibrahim kembali ke Masjid Al-Aqsa.

Dalam kisah itu, Ibrahim kembali beribadah di bawah Kubah Sakhra. Ia kemudian disebut kembali mendengar percakapan dua malaikat seperti sebelumnya.

"Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain," kata salah satu malaikat.

Malaikat lainnya menjawab, "Sekarang doanya sudah makbul. Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma tersebut. Diri dan jiwanya pun kembali bersih dari kesalahan itu. Kini ia telah terbebas."

Kisah tersebut menggambarkan kehati-hatian Ibrahim bin Adham terhadap persoalan hak orang lain. Kesalahan yang terjadi tanpa sengaja tidak kemudian dijadikan alasan untuk mengabaikan persoalan ketika ia mengetahui adanya kemungkinan harta orang lain yang telah terambil. Wallahu a'lam.


Topik

Agama Sebutir Kurma Kurma Doa Ibrahim bin Adham kisah islam



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Sri Kurnia Mahiruni