JATIMTIMES – Peluncuran program Perintis Berdaya Connect (PBC) di Kota Batu menguak berbagai persoalan klasik yang selama ini mencekik para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain dihadapkan pada minimnya adopsi teknologi, pengusaha lokal di daerah masih dibayangi tingginya biaya logistik, kerumitan permodalan, hingga ketergantungan pada pasokan bahan baku impor.
Kondisi ini makin diperparah oleh ancaman tumpang tindih (overlapping) regulasi serta program pendampingan antara kementerian, lembaga, dan dinas teknis di tingkat daerah. Menanggapi jeritan pelaku usaha kecil tersebut, pemerintah pusat dituntut tidak hanya memberikan angin segar lewat seremoni, melainkan memangkas ego sektoral birokrasi.
Baca Juga : PSSI Restui Suporter Away, Aremania Tegaskan Tak Akan Berangkat Jika Tak Diterima Tuan Rumah
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa kunci utama penanganan masalah logistik dan ketersediaan bahan baku terletak pada keberanian melakukan koordinasi lintas kementerian secara konkret. Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, hingga dinas di daerah wajib mempermudah alur distribusi tanpa menciptakan simpul hambatan baru.
"Tugas Kemenko ini memastikan agar bahan baku mudah diakses dan berkualitas. Sebagian bahan-bahan itu adalah bahan impor yang harus mendapatkan perhatian dari Kementerian Perdagangan dan Bea Cukai, sehingga koordinasi lintas sektoral harus memberi kesempatan kepada semua UMKM tanpa hambatan," ujar Muhaimin di PLUT K-UMKM Kota Batu, Rabu (26/8/2026).
Pria yang akrab dengan sapaan Cak Imin itu juga mengingatkan jajaran birokrasi agar kehadiran program baru seperti PBC tidak sampai berbenturan atau membingungkan fungsi pendampingan reguler yang selama ini dijalankan oleh dinas lokal. Pihaknya menginstruksikan integrasi penuh agar alokasi anggaran tidak terbuang sia-sia akibat ego lintas instansi.
Baca Juga : Replikasi PBC di Kota Batu Sasar Legalitas Hingga Pasar Digital
"Tumpang tindih semua harus diselesaikan dalam koordinasi. Pemerintah harus membuka pintu seluas-luasnya dan proaktif kepada usaha yang potensial dan kreatif untuk dinaikkan kelas, bukan hanya berpihak pada yang menengah dan sudah mapan," tegasnya.
