Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

HUT ke-81 RI, Budayawan Malang Soroti Makna di Balik Kemeriahan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Aug - 2026, 16:43

Placeholder
Budayawan asal Malang, Isa Wahyudi atau akrab disapa Ki Demang.(Foto: Istimewa)

JATIMTIMES - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dinilai perlu dikembalikan pada substansi kebangsaan. Kemeriahan tidak seharusnya membuat makna kemerdekaan justru semakin kabur.

Budayawan Kota Malang, Isa Wahyudi atau akrab disapa Ki Demang, mengatakan peringatan kemerdekaan bukan sekadar agenda berkumpul atau hiburan tahunan. Di dalamnya terdapat tradisi nasional yang sarat simbol, mulai dari bendera Merah Putih, Pancasila hingga lagu-lagu kebangsaan.

Baca Juga : Percantik Rumah Tanpa Renovasi, Standing Mirror Graha Bangunan Blitar Jadi Pilihan 

 

Menurutnya, sejumlah perayaan saat ini cenderung lebih menonjolkan keramaian dibandingkan nilai yang hendak diwariskan. Nilai pengorbanan, keberanian, persatuan dan tanggung jawab kebangsaan dinilai belum banyak mendapat ruang.

“Jangan sampai ruh peringatan kemerdekaan bergeser. Ukuran keberhasilan acara bukan hanya meriah, ramai, viral atau banyak penonton,” kata Ki Demang, Senin (17/8/2026).

Ia menilai tradisi lokal seperti barikan dan tasyakuran di tingkat RT maupun RW justru perlu dipertahankan. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bentuk syukur, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan kebersamaan warga.

Di sisi lain, lomba, panggung hiburan hingga karnaval menurutnya tetap penting sebagai bagian dari ekspresi masyarakat. Namun, kegiatan tersebut semestinya dirancang sebagai ruang kreativitas, edukasi, sekaligus penyaluran minat dan bakat generasi muda.

“Nasionalisme jangan direduksi menjadi hiburan. Setiap pertunjukan, permainan dan festival harus punya nilai pendidikan kebangsaan,” ujarnya.

Ki Demang juga mendorong agar perayaan HUT RI menjadi momentum menghidupkan kembali budaya lokal yang mulai tersisih. Kesenian tradisional, permainan rakyat, sejarah kampung, cerita perjuangan lokal hingga kearifan Nusantara dinilai dapat menjadi bagian dari perayaan.

Menurutnya, tanpa penguatan konteks sejarah, generasi muda berpotensi menikmati kemeriahan HUT RI tanpa memahami alasan kemerdekaan harus terus diperingati. Karena itu, bentuk perayaan boleh modern dan kreatif, tetapi nilai patriotisme, nasionalisme, gotong royong, kebinekaan dan kepedulian sosial tidak boleh hilang.

Baca Juga : Gelar Upacara HUT RI, DPD PAN Jember Siapkan 3 Unit Mobil Home Care Dukung Program Bupati Jember 

 

Ia menegaskan, semangat kemerdekaan juga tidak berhenti pada mengenang para pahlawan yang gugur dalam perjuangan. Nilai kemerdekaan harus diterjemahkan dalam persoalan bangsa hari ini, termasuk keberanian melawan korupsi, ketidakadilan, intoleransi dan sikap apatis.

“Jangan sampai kekayaan alam bangsa terus digadaikan atau dijual kepada pihak asing. Kemerdekaan harus hadir dalam tindakan dan keberpihakan terhadap kepentingan bangsa,” tegasnya.

Menurut Ki Demang, perayaan HUT RI tidak perlu menghapus hiburan maupun kemeriahan. Yang dibutuhkan adalah mengembalikan makna di balik setiap kegiatan agar kreativitas tetap menjadi sarana menanamkan kesadaran sejarah dan memperkuat identitas kebangsaan.

“Kemerdekaan harus dirayakan dengan kreativitas, tetapi kreativitas itu harus tetap berpijak pada nilai kebangsaan,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa HUT RI HUT ke-81 RI Ki Demang Budayawan Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni