Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Pendidikan

UGM dan Unisma Bahas Dampak AI terhadap Cara Berpikir Generasi Muda

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : A Yahya

18 - Jun - 2026, 16:25

Placeholder
Jajaran akademisi UGM dan Unisma berfoto bersama usai membahas penguatan literasi kebangsaan, literasi digital, dan tantangan kecerdasan buatan bagi mahasiswa di era transformasi digital (ist)

JATIMTIMES – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif mulai mengubah cara mahasiswa belajar, mencari informasi, hingga menyelesaikan berbagai tugas akademik. Di tengah perubahan tersebut, kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan tinggi. Tidak hanya dituntut menguasai teknologi, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta pemahaman kebangsaan yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh derasnya arus informasi digital.

Isu tersebut menjadi perhatian dalam Pelatihan Literasi Kebangsaan dan Pembelajaran Inovatif yang diselenggarakan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Universitas Islam Malang (Unisma). Kegiatan ini diikuti mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Hukum (FH) sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas generasi muda menghadapi perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Baca Juga : Tekan Inflasi Telur, Bupati Situbondo Siapkan 1.000 Kandang Ayam dan Gandeng BI Cetak Peternak Milenial

Program tersebut dipimpin oleh Dr. Arqom Kuswanjono bersama Prof. M. Mukhtasar Syamsuddin, Ph.D. of Arts, dan Rachmat Hidayat, Ph.D. dari Fakultas Filsafat UGM. Ketiganya dikenal aktif mengembangkan kajian terkait pendidikan, karakter kebangsaan, serta transformasi pembelajaran di era digital.

1

Perkembangan teknologi informasi dalam satu dekade terakhir telah mengubah lanskap pendidikan secara signifikan. Akses terhadap pengetahuan kini semakin terbuka melalui berbagai platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru berupa banjir informasi yang tidak selalu terverifikasi, meningkatnya penyebaran disinformasi, hingga penggunaan AI yang berpotensi mengurangi proses berpikir apabila tidak digunakan secara proporsional.

Kondisi itu membuat literasi digital tidak lagi sekadar kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Literasi digital juga mencakup kemampuan memahami informasi secara kritis, memeriksa validitas sumber, serta menggunakan teknologi untuk menghasilkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Selain membahas literasi digital, pelatihan ini juga menekankan pentingnya wawasan kebangsaan di tengah ruang digital yang semakin terbuka. Mahasiswa dinilai perlu memahami bahwa perkembangan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai Pancasila dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dr. Arqom Kuswanjono mengatakan mahasiswa memiliki posisi penting dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi di masyarakat. “Mahasiswa merupakan agen perubahan yang memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus mendorong inovasi di tengah masyarakat,” ujarnya belum lama ini.

Menurutnya, peran tersebut tidak akan berjalan optimal apabila mahasiswa hanya mengandalkan kemampuan akademik semata. “Oleh karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, literasi digital, dan kesadaran kebangsaan yang kuat,” kata Arqom.

Baca Juga : Jawab Tuntutan Mahasiswa, Fraksi NasDem-PSI DPRD Kota Malang Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset

Ia menambahkan, penguasaan ketiga aspek tersebut akan membantu mahasiswa berkontribusi secara lebih positif dalam kehidupan sosial maupun pembangunan bangsa. “Dengan bekal itu, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi yang positif bagi bangsa dan negara,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh materi mengenai pembelajaran abad ke-21, literasi digital, pemanfaatan teknologi dan AI secara bertanggung jawab, penguatan nilai-nilai Pancasila, hingga pengembangan keterampilan kepemimpinan dan pemecahan masalah. Berbagai materi tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masa depan yang menuntut sumber daya manusia adaptif sekaligus memiliki landasan nilai yang kuat.

Proses pembelajaran dilakukan melalui berbagai pendekatan partisipatif, mulai dari diskusi interaktif, studi kasus, workshop, simulasi, hingga praktik kolaboratif. Metode tersebut dipilih agar mahasiswa tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu melihat relevansinya dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di era digital.

Melalui forum ini, isu literasi kebangsaan ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, yakni sebagai kemampuan generasi muda untuk tetap memiliki orientasi nilai di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Di saat AI dan teknologi digital semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari, kemampuan berpikir kritis, memahami informasi secara mendalam, serta menjaga kesadaran kebangsaan menjadi kompetensi yang semakin penting bagi mahasiswa Indonesia.


Topik

Pendidikan ugm unisma artificial intelligence dampak ai



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

A Yahya

Pendidikan

Artikel terkait di Pendidikan