Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Makna Hari Lahir Pancasila dan Cara Memperingatinya, Bukan Sekadar Upacara Tahunan

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

31 - May - 2026, 14:18

Placeholder
Ilustrasi Garuda Pancasila. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Peringatan ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan sejarah Indonesia karena menandai lahirnya gagasan dasar negara yang hingga kini menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bagi sebagian masyarakat, Hari Lahir Pancasila mungkin identik dengan upacara bendera atau hari libur nasional. Namun di balik itu, terdapat nilai sejarah dan kebangsaan yang sangat penting untuk dipahami oleh setiap generasi.

Baca Juga : Roadrace x Supermoto Championship 2026 Kembali Hidupkan Atmosfer Balap di Malang

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa Indonesia yang terdiri dari beragam suku, agama, budaya, dan bahasa dapat tetap bersatu karena memiliki fondasi yang sama, yaitu Pancasila.

Sejarah Singkat Lahirnya Pancasila

Mengutip informasi dari Museum Pendidikan Nasional Universitas Pendidikan Indonesia, sejarah lahirnya Pancasila bermula pada masa akhir pendudukan Jepang di Indonesia pada tahun 1945.

Saat itu, Jepang yang mulai terdesak dalam Perang Pasifik berupaya menarik simpati rakyat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan. Sebagai langkah persiapan, dibentuklah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 April 1945.

BPUPKI kemudian mengadakan sidang pertama pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Salah satu agenda utama sidang tersebut adalah merumuskan dasar negara bagi Indonesia yang akan merdeka.

Dalam sidang itulah, pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang berisi lima prinsip dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila, yaitu:

• Kebangsaan Indonesia

• Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan

• Mufakat atau Demokrasi

• Kesejahteraan Sosial

• Ketuhanan Yang Maha Esa

Setelah sidang BPUPKI, dibentuk Panitia Sembilan yang bertugas menyempurnakan rumusan dasar negara. Hasil kerja panitia tersebut melahirkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945.

Namun, demi menjaga persatuan nasional, rumusan sila pertama dalam Piagam Jakarta kemudian disempurnakan. Pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, Mohammad Hatta membacakan rumusan final Pembukaan UUD 1945 yang memuat sila pertama berbunyi "Ketuhanan Yang Maha Esa".

Rumusan tersebut kemudian disahkan dan menjadi dasar negara Indonesia yang dikenal hingga saat ini sebagai Pancasila.

Makna Hari Lahir Pancasila bagi Bangsa Indonesia

Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi momen untuk mengenang sejarah, tetapi juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pancasila lahir sebagai titik temu berbagai perbedaan yang ada di Indonesia. Karena itu, nilai-nilai seperti persatuan, toleransi, gotong royong, musyawarah, dan keadilan sosial menjadi fondasi yang harus terus dijaga.

Di tengah perkembangan teknologi dan arus globalisasi yang semakin cepat, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, politik, maupun budaya.

Baca Juga : Sejarah dan Makna Hari Raya Waisak, Mengenang Tiga Peristiwa Suci Kehidupan Sang Buddha

Melalui Pancasila, masyarakat diajak untuk menghormati perbedaan, mengutamakan kepentingan bersama, serta menjaga persatuan bangsa di atas segala kepentingan golongan.

Cara Memperingati Hari Lahir Pancasila

Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap tahun dilakukan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal.

1. Mengikuti Upacara Bendera

Upacara bendera menjadi tradisi yang paling umum dilakukan setiap 1 Juni. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenang jasa para pendiri bangsa sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.

2. Mengadakan Seminar dan Diskusi Kebangsaan

Sekolah, kampus, maupun organisasi masyarakat sering menggelar seminar atau diskusi yang membahas sejarah lahirnya Pancasila serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

3. Melaksanakan Kegiatan Sosial

Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial seperti kerja bakti, donor darah, bakti sosial, hingga santunan kepada masyarakat yang membutuhkan.

4. Menebarkan Pesan Persatuan di Media Sosial

Di era digital, peringatan Hari Lahir Pancasila juga dapat dilakukan dengan menyebarkan pesan positif tentang toleransi, persatuan, dan kebhinekaan melalui media sosial.

Lebih dari delapan dekade sejak pertama kali diperkenalkan, Pancasila tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Di tengah berbagai perbedaan pandangan, latar belakang budaya, maupun keyakinan, Pancasila hadir sebagai pemersatu yang menjaga keutuhan bangsa. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menjadi pedoman untuk membangun kehidupan yang harmonis, adil, dan saling menghormati.

Karena itu, Hari Lahir Pancasila tidak seharusnya dipandang sebagai peringatan seremonial semata. Momentum ini menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk kembali memahami, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga persatuan Indonesia.


Topik

Peristiwa hari lahir pancasila



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa