Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Ironi Wajah Kota Malang, JPO Alun-alun Merdeka Tak Terawat dan Dipenuhi Kotoran

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

28 - May - 2026, 12:51

Placeholder
Wajah JPO Alun-alun Merdeka Kota Malang yang penuh kotoran manusia hingga sampah (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang kembali menuai kritik. Fasilitas publik yang berada di jantung kota itu dipenuhi sampah hingga kotoran manusia, memunculkan sorotan terhadap lemahnya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Padahal, kawasan Alun-alun Merdeka selama ini dikenal sebagai salah satu ikon sekaligus wajah Kota Malang yang kerap dikunjungi wisatawan maupun masyarakat lokal. Namun kondisi JPO justru dinilai memalukan dan jauh dari kesan kota yang bersih dan nyaman.

Baca Juga : Hari Tasyrik Tak Boleh Puasa, Ini Penjelasan Lengkap dan Dalilnya

Keluhan datang dari warga yang merasa jijik saat hendak menggunakan fasilitas penyeberangan tersebut. Salah satunya Rudi (34) yang mengaku membatalkan niat menyeberang melalui JPO karena mendapati banyak kotoran diduga berasal dari manusia.

“Saya sebenarnya barusan mau nyebrang lewat situ, lah kok ada kotoran kayaknya manusia, bukan hewan, dan ada banyak,” ujar Rudi, Kamis (28/5/2026).

Alih-alih menggunakan JPO, ia memilih turun kembali dan menyeberang langsung melalui jalan raya karena menilai kondisi jembatan tidak layak digunakan.

“Ya saya langsung kembali lagi turun akhirnya mau nyebrang di jalan ini saja. Mau gimana lagi, mau nyebrang di JPU kok enggak layak banget sampai ada kotoran orang,” katanya.

Menurut Rudi, kondisi tersebut memperlihatkan lemahnya pengawasan terhadap fasilitas publik di pusat Kota Malang. Ia mempertanyakan bagaimana area yang berada tepat di kawasan Alun-alun Merdeka bisa dibiarkan dalam kondisi kotor dan kumuh.

“Ini enggak dibersihkan atau gimana, atau orang siapa ini kok sampai buang kotoran di JPU,” ucapnya.

Sorotan terhadap pengawasan DLH Kota Malang semakin menguat setelah pihak dinas mengakui belum memasang CCTV di area JPO. Padahal lokasi tersebut termasuk kawasan strategis dengan aktivitas masyarakat yang tinggi setiap harinya.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan petugas sebenarnya rutin melakukan pembersihan setiap hari di kawasan JPO dan Alun-alun Merdeka. Namun persoalan sosial disebut menjadi penyebab area tersebut kembali kotor.

Baca Juga : Wujudkan Rasa Nyaman Aktivitas Warga, TRC DPUPR Jember Kebut Perbaikan Jalan di Sumberbaru 

“Dulu pernah ada ODGJ yang menetap di situ. Waktu itu sudah diambil oleh Dinas Sosial, tetapi beberapa bulan kemudian kembali lagi,” ungkap Raymond.

Selain ODGJ, area bawah jembatan juga sempat ditempati tunawisma yang pernah diamankan Satpol PP dan mendapat pembinaan dari Dinas Sosial. “Tidak lama kemudian kembali lagi,” katanya.

Meski demikian, kondisi JPO yang terus berulang dipenuhi sampah dan kotoran dinilai menunjukkan pengawasan kawasan belum berjalan optimal. Terlebih, JPO Alun-alun Merdeka merupakan salah satu titik yang mudah terlihat publik dan menjadi akses utama pejalan kaki di pusat kota.

DLH Kota Malang mengaku telah menambah 12 tong sampah di kawasan Alun-alun Merdeka dan akan memperketat pengawasan bersama Satpol PP.

“Ke depan pengawasan akan dibuat lebih ketat dan lebih spesifik bersama Satpol PP dan DLH,” pungkasnya.


Topik

Peristiwa Jembatan Penyeberangan Orang JPO JPO Alun Alun Merdeka alun-alun kota malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Sri Kurnia Mahiruni