Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Serba Serbi

Soft Living Tanpa Tekanan: Mulai dari Mengurangi 5 Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Menguras Energi

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

27 - Apr - 2026, 07:57

Placeholder
Ilustrasi soft living. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Belakangan ini, istilah soft living semakin ramai dibicarakan, terutama di media sosial. Konsep hidup yang lebih santai, tenang, dan tidak penuh tekanan ini terasa relevan di tengah ritme kehidupan yang serba cepat dan padat.

Namun ironisnya, tidak sedikit orang justru merasa terbebani saat mencoba menjalani gaya hidup ini. Rutinitas seperti bangun pagi ideal, journaling, meditasi, hingga hidup “seimbang” malah terasa seperti daftar kewajiban baru yang melelahkan.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 27 April 2026: Aries hingga Virgo, Saatnya Perkuat Hubungan dan Kendalikan Emosi

Padahal, hidup yang lebih ringan tidak selalu tentang menambah kebiasaan baru. Sejumlah penelitian justru menunjukkan bahwa kunci soft living ada pada mengurangi hal-hal kecil yang selama ini tanpa sadar menguras energi.

Berikut lima langkah sederhana yang bisa kamu mulai, melansir berbagai sumber:

1. Kurangi distraksi kecil yang mengganggu fokus

Banyak orang merasa kekurangan waktu, padahal masalahnya sering terletak pada waktu yang terpecah-pecah sepanjang hari.

Studi dalam jurnal Happiness Studies menemukan bahwa rasa “tidak punya waktu” lebih dipengaruhi oleh kebiasaan multitasking, distraksi, dan kurangnya waktu luang yang benar-benar terasa utuh.

Beberapa kebiasaan kecil yang sering jadi penyebabnya antara lain:

• Terlalu sering membuka chat di sela pekerjaan

• Berpindah-pindah tugas tanpa benar-benar selesai

• Mengisi setiap jeda dengan distraksi

Solusinya bukan menambah rutinitas baru, melainkan menutup “kebocoran waktu” ini. Misalnya dengan membatasi waktu membuka chat atau mengelompokkan pekerjaan kecil dalam satu sesi.

2. Tetapkan batas yang jelas dan realistis

Keinginan hidup lebih santai sering gagal karena targetnya terlalu abstrak, seperti “ingin lebih tenang” atau “ingin lebih seimbang”.

Penelitian dari International Journal of Workplace Health Management menunjukkan bahwa kemampuan membuat batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi berpengaruh besar pada kesejahteraan.

Mulailah dari hal sederhana, seperti:

• Tidak membalas chat kerja di luar jam kerja

• Tidak membuka email saat hari libur

• Memberi jeda dari layar setelah pulang kerja

3. Sisipkan jeda kecil di tengah aktivitas

Banyak orang hanya benar-benar beristirahat saat akhir pekan atau cuti. Padahal, energi akan lebih stabil jika ada jeda di tengah aktivitas harian.

Konsep micro-break atau istirahat singkat (kurang dari 10 menit) terbukti membantu menjaga fokus dan kesejahteraan. Studi juga menunjukkan bahwa melewatkan waktu istirahat bisa meningkatkan risiko kelelahan fisik dan mental.

Kamu bisa mulai dari hal sederhana:

• Berhenti sejenak setelah menyelesaikan tugas berat

• Jalan kaki sebentar atau melihat suasana sekitar

• Fokus beristirahat saat makan tanpa distraksi

4. Tidak perlu selalu tenang, yang penting fleksibel

Soft living sering disalahartikan sebagai hidup tanpa stres. Padahal, kondisi tersebut tidak realistis.

Penelitian dalam jurnal Scientific Reports menekankan pentingnya fleksibilitas psikologis, yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan situasi tanpa merasa kewalahan.

Baca Juga : Kalender Jawa Weton Senin Wage 27 April 2026: Waspada Emosi Gampang Meledak

Artinya, kamu tetap bisa menjalani hari dengan lebih ringan meski ada tekanan, dengan cara:

• Menurunkan target saat tubuh sedang lelah

• Memilih prioritas ketika waktu terbatas

• Menunda keputusan saat emosi sedang tidak stabil

5. Fokus pada energi, bukan sekadar gaya hidup

Soft living bukan soal rutinitas yang terlihat “estetik” atau hidup yang selalu santai. Intinya adalah bagaimana kamu mengelola energi agar tidak cepat terkuras.

Sering kali, yang membuat hidup terasa berat bukan pekerjaan besar, melainkan kebiasaan kecil yang menumpuk setiap hari.

Karena itu, cara paling realistis untuk hidup lebih ringan bukan dengan menambah banyak hal, melainkan berani mengurangi yang tidak perlu. Dengan langkah kecil yang konsisten, hidup pun bisa terasa lebih tenang tanpa tekanan berlebihan.

Pada akhirnya, soft living bukan soal hidup tanpa tekanan, melainkan tentang memilih mana yang benar-benar penting dan melepaskan hal-hal yang tidak perlu. Dengan langkah kecil yang konsisten, hidup bisa terasa jauh lebih ringan, tanpa harus memaksakan diri menjadi sempurna setiap saat.


Topik

Serba Serbi Soft living tips hidup tenang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya

Serba Serbi

Artikel terkait di Serba Serbi