JATIMTIMES - Ratusan siswa, guru, tenaga kependidikan bersama orang tua wali memadati lingkungan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Malang dalam peringatan Hari Bumi 2026, Rabu, (22/4/2026). Kegiatan ini diisi aksi nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, penanaman tanaman, hingga kampanye penghematan energi dan air.
Kepala MIN 1 Kota Malang, Hj. Siti Aisah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menyebut, nilai menjaga bumi telah menjadi kebiasaan yang terus ditanamkan dalam keseharian siswa.

“Anak-anak kami biasakan menjaga lingkungan dari hal kecil, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, hingga merawat fasilitas yang ada. Mudah-mudahan dampaknya besar bagi kelestarian bumi,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian terhadap kebersihan fasilitas dasar seperti kamar mandi menjadi prioritas. Siswa diajarkan pola sederhana namun konsisten, mulai dari menyiram sebelum dan sesudah digunakan hingga menjaga kebersihan agar tetap nyaman.

Selain itu, pengelolaan sampah juga diarahkan tidak berhenti pada pembuangan semata. Siswa didorong untuk mengolah limbah menjadi karya kreatif yang bernilai guna. Pendekatan ini dipadukan dalam kegiatan pembelajaran sehingga membentuk kebiasaan yang berkelanjutan.
Dalam aspek pengelolaan sumber daya, madrasah juga mengoptimalkan pemanfaatan air. Air bekas wudhu dimanfaatkan kembali untuk menyiram tanaman, sementara air hujan ditampung sebagai cadangan. Fasilitas pendukung seperti wastafel pun tersedia di berbagai titik, sehingga siswa terbiasa menjaga kebersihan tangan dalam aktivitas sehari-hari.

Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Malang, H. Abdul Mughni, S.Ag., M.Pd., menilai peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan yang selaras dengan ajaran agama.
Baca Juga : Simulasi Pajak Mobil Listrik Wuling hingga BYD, Kini Tak Lagi Gratis
“Merawat bumi itu bagian dari ajaran Islam. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini melalui praktik nyata, seperti menjaga kebersihan, menghemat air, dan merawat tanaman,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan membentuk karakter peduli lingkungan yang kuat pada siswa. Ia mencontohkan, mulai dari membuang sampah dengan benar hingga menjaga kebersihan di rumah dan sekolah menjadi langkah konkret yang berdampak besar.

Sementara itu, PJ Adiwiyata MIN 1 Kota Malang, Johan Nur Cahyo, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hari Bumi telah dirancang sejak beberapa pekan sebelumnya dengan melibatkan seluruh unsur madrasah. Tidak hanya siswa dan guru, tetapi juga orang tua serta masyarakat sekitar turut ambil bagian.
Baca Juga : Masih Sering Hujan Padahal Sudah Kemarau? Ini Penjelasan BMKG
“Kami ingin semua terlibat. Jadi tidak hanya kegiatan bersih-bersih, tetapi juga kampanye penghematan energi, pengelolaan air, hingga aksi menanam,” ujarnya.

Berbagai inisiatif turut dihadirkan dalam kegiatan ini, seperti gerakan satu siswa membawa satu kantong sampah non-plastik untuk dikumpulkan dan dikelola secara mandiri. Selain itu, siswa juga diajak menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda bagi yang rumahnya dekat.
Kreativitas siswa juga ditampilkan melalui berbagai karya daur ulang. Mulai dari pot tanaman berbahan botol plastik hingga ecobrick yang disusun menjadi kursi. Tak hanya itu, sejumlah karya lain seperti hiasan dan produk kreatif dari limbah plastik turut dihasilkan dalam kegiatan kokurikuler.

Johan menegaskan bahwa pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran lingkungan yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata sehari-hari.
Melalui peringatan Hari Bumi ini, MIN 1 Kota Malang memperkuat komitmennya dalam membentuk generasi yang peduli lingkungan. Kebiasaan sederhana yang ditanamkan sejak dini diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan bumi di masa depan.
