JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada ratusan gempa bumi yang terjadi dalam sepekan. Yakni pada periode 27 Februari 2026 sampai dengan 5 Maret 2026.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang Ricko Kardoso menuturkan, dari ratusan gempa yang terjadi dalam sepekan tersebut satu di antaranya dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
Baca Juga : Realisasi Pajak Daerah Kabupaten Malang Capai 13,73 Persen di Maret 2026
"Pada periode ini terjadi 145 kejadian gempa bumi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Pada bulan ini terdapat satu kejadian gempa bumi dirasakan," ujarnya kepada JatimTIMES, Jumat (6/3/2026).
Dijelaskan Ricko, gempa bumi yang turut terjadi pada awal Maret 2026 tersebut, terbagi dalam tiga klasifikasi. Yakni gempa bumi dangkal, menengah dan gempa bumi dalam.
"Pada periode ini terdapat 116 kejadian gempa bumi dangkal, 29 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," bebernya.
Penjelasannya, gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi pada kedalaman di rentang antara 0-60 kilometer dari permukaan laut. Sedangkan gempa bumi menengah ialah kedalaman gempa pada rentang 60-300 kilometer.
Sementara itu, gempa bumi dalam ialah gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. Sehingga tidak semua kejadian gempa bumi dapat dirasakan secara langsung oleh manusia.
Baca Juga : Pola Musiman Awal Tahun: Bisnis Hotel Anjlok usai Lonjakan Desember
"Magnitudo terbesar pada periode ini adalah M 4.15, sedangkan magnitudo terkecil yaitu M 1.07," imbuhnya.
Ricko menyebut, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 27 Februari 2026. Yakni dengan jumlah 28 kejadian gempa bumi. Sedangkan kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada tanggal 28 Februari 2026 dengan jumlah 11 kejadian.
"Kejadian gempa bumi pada periode ini disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal," pungkasnya.
