Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Peristiwa

Owner Travel asal Malang Ungkap Kondisi Jemaah Umrah di Timur Tengah, Saat Ini Kondusif

Penulis : Hendra Saputra - Editor : A Yahya

06 - Mar - 2026, 19:14

Placeholder
Jemaah umroh dari Hafara Tour n Travel saat berada di Tanah Suci (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Israel hingga Amerika Serikat sempat menjadi bahan pembicaraan di kalangan jemaah umrah di Tanah Suci. Namun, kondisi di Makkah dan Madinah hingga kini dipastikan tetap aman dan aktivitas ibadah berjalan normal.

Owner Hafara Tour n Travel, Agus Susanto, mengatakan kabar mengenai pecahnya konflik memang sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaah. Meski demikian, kepanikan yang muncul tidak berlangsung masif dan hanya sebatas menjadi topik perbincangan.

Baca Juga : Inflasi Malang-Probolinggo Naik Saat Ramadan, BI KPw Malang Ungkap Pemicunya

“Kondisi jemaah ketika mendengar info perang Iran, Israel-Amerika itu memang ya ada kepanikan, tapi ya enggak begitu masif gitu ya, hanya sebagai menjadi bahan pembicaraan saja gitu kan. Yang jelas semua jemaah yang ibadah umrah Ramadan di Makkah, Madinah semuanya kondusif,” ujar Agus.

Menurut Agus, situasi kondusif tersebut membuat seluruh agenda ibadah jemaah tetap berjalan sesuai program yang telah disusun sejak awal. Aktivitas ibadah di dua kota suci itu juga berlangsung normal tanpa gangguan berarti.

“Kondusif itu artinya semua program, hampir semua program ibadah mereka semuanya jalan. Dan saya pastikan kondisi kota Madinah dan Makkah aman seaman-amannya, tidak terpengaruh sama sekali terhadap kondisi eskalasi yang ada di Iran, pecahnya perang Iran, Israel-Amerika,” ungkapnya.

Ia mencontohkan rombongan jemaah dari travelnya yang berjumlah 26 orang menjalani program umrah Ramadan selama 12 hari. Rombongan tersebut berangkat pada 21 Februari dan kembali ke Indonesia pada 4 Maret tanpa kendala berarti.

Meski demikian, Agus mengaku tidak bisa memberikan komentar terkait jaminan keselamatan secara luas. Ia menegaskan bahwa selama berada di Tanah Suci, para jemaah menjalankan ibadah dengan lancar dan sesuai agenda perjalanan.

“Kalau soal jaminan keselamatan, saya sebenarnya tidak bisa komentar, karena memang di dua tanah suci Makkah dan Madinah sama sekali tidak terdampak, sangat kondusif, jamaah beribadah lancar, dan normal sesuai program,” katanya.

Selain isu keamanan, dampak lain yang turut menjadi perhatian adalah sektor penerbangan. Agus menjelaskan hingga saat ini penerbangan langsung dari Indonesia menuju Arab Saudi masih berjalan normal tanpa pembatalan.

Maskapai yang melayani penerbangan langsung seperti Lion Air, Garuda Indonesia, dan Saudi Airlines tetap beroperasi tanpa gangguan. Tidak ada penutupan bandara, pembatalan penerbangan, maupun penundaan jadwal.

Ia menuturkan jalur penerbangan langsung kemungkinan tidak melewati wilayah udara yang terdampak konflik di kawasan Teluk. Karena itu, perjalanan udara dari Indonesia ke Arab Saudi relatif aman.

“Yang jelas sejauh ini sejak tanggal 28 pecah perang itu sampai kemarin kami pulang tanggal 4 itu masih sangat aman. Kondisi bandara haji Jeddah sangat aman semua penerbangan tidak ada cancel. Relatif aman, semuanya aman,” jelas Agus.

Berbeda dengan penerbangan langsung, beberapa maskapai yang menggunakan rute transit justru terdampak situasi geopolitik tersebut. Maskapai seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad, Oman Air, Malaysia Airlines hingga Scoot dilaporkan mengalami gangguan karena penutupan bandara di beberapa negara.

Baca Juga : Pasar Wisata Jatim Bergeser, Turis Tiongkok Kuasai Sepertiga Kunjungan

Kondisi tersebut membuat sejumlah jemaah yang hendak berangkat maupun pulang dari umrah harus tertahan di bandara transit. “Yang jadi masalah adalah penerbangan-penerbangan yang transit. Yang transit misalnya seperti Qatar Airlines, kemudian Emirates, terus Etihad, terus Oman, Malaysia Airlines, Scoot yang Singapura itu semuanya terdampak,” terang Agus.

Ia menambahkan, beberapa jemaah bahkan harus menunggu lebih lama karena penerbangan dari negara transit dibatalkan. Situasi ini dinilai cukup menyulitkan jemaah maupun penyelenggara perjalanan.

Melihat kondisi tersebut, Agus berharap pemerintah dapat turun tangan untuk membantu menyelesaikan persoalan yang muncul, terutama terkait hak jemaah dan pengusaha travel. “Ya kalau kita dari sisi sisi jemaah atau mungkin dari pengusaha travel ya pemerintah harus turun sebenarnya gitu kan,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah dapat berkomunikasi langsung dengan pihak maskapai agar memberikan kebijakan yang meringankan jemaah yang terdampak. “Pemerintah harus dalam tanda kutip komunikasi memberikan pressure kepada pihak maskapai gitu kan agar bisa refund gitu kan. Bisa refund full payment karena ini kan force majeure kondisinya gitu kan,” jelas Agus.

Selain itu, pemerintah juga diharapkan memastikan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang tertahan di bandara transit. Salah satunya membantu berkomunukasi dengan pihak maskapai melalui kebijakan pengembalian dana atau penyediaan fasilitas penginapan sementara bagi jemaah.

Agus menilai kehadiran pemerintah penting karena sebagian besar biaya perjalanan, seperti tiket pesawat dan hotel, umumnya sudah dibayarkan penuh jauh hari sebelum keberangkatan.

Jika terjadi penundaan atau pembatalan perjalanan, persoalan pengembalian dana bisa menjadi rumit tanpa campur tangan pemerintah.

Meski begitu, ia memastikan hingga saat ini penerbangan langsung dari Indonesia ke Arab Saudi masih berjalan lancar dan menjadi opsi paling aman bagi jemaah yang akan menjalankan ibadah umrah.


Topik

Peristiwa Agus Susanto hafara tour n travel perang Israel-iran timur Tengah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Gresik Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

A Yahya

Peristiwa

Artikel terkait di Peristiwa