JATIMTIMES – Harapan masyarakat di Kota Batu untuk bisa pulang kampung dengan fasilitas gratis dari pemerintah daerah pada lebaran tahun ini dipastikan pupus. Sebab, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu telah mengumumkan bahwa program mudik gratis yang biasanya menjadi primadona menjelang Idulfitri ditiadakan untuk periode tahun 2026.
Keputusan pahit ini diambil lantaran adanya kebijakan pengetatan anggaran di internal Pemerintah Kota Batu. Dana yang semula diproyeksikan untuk menyewa armada bus bagi para pemudik terpaksa dipangkas habis demi menyeimbangkan neraca keuangan daerah yang tengah mengalami efisiensi besar-besaran.
Baca Juga : Gebyar Ramadan, Graha Bangunan Blitar Beri Diskon Propan hingga 10 Persen dan Hadiah Langsung
Kepala Dishub Kota Batu, Susetya Herawan, membenarkan kabar tersebut. Menurutnya, langkah penghematan menjadi faktor utama yang membuat program sosial ini harus absen dari agenda rutin pemerintah daerah tahun ini.
"Tahun ini memang tidak ada mudik gratis. Hal tersebut dikarenakan adanya imbas dari kebijakan efisiensi anggaran di internal pemerintah," terang Herawan saat dikonfirmasi, belum lama ini.
Ditiadakannya program ini memicu catatan kritis, mengingat pada tahun sebelumnya mudik gratis perdana di Kota Batu sangat diminati masyarakat. Kala itu, warga cukup bermodalkan KTP dan KK untuk bisa menikmati perjalanan aman menuju rute-rute populer seperti Madiun, Ngawi, hingga Jember dan Banyuwangi.
Padahal, program ini dinilai sangat efektif dalam menekan angka penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas. Dengan kuota sekitar 200 orang pada tahun lalu, program ini sebenarnya menjadi tumpuan bagi warga kelas menengah ke bawah untuk menghemat biaya lebaran.
Meskipun anggaran mudik gratis dipangkas, Herawan menyebut fokus Dishub kini beralih pada pengamanan jalur. Pihaknya berjanji akan mengoptimalkan pemeliharaan fasilitas jalan demi menjamin kelancaran arus lalu lintas selama masa angkutan Lebaran nanti.
Baca Juga : Kota Malang Masih Jadi Magnet Wisatawan, Arus Lalu Lintas Diprediksi Padat Saat H-3 dan H+3
Kabar ini pun langsung memantik kekecewaan dari para calon pemudik. Wiyono, warga Kecamatan Junrejo, mengaku sangat menyayangkan keputusan tersebut. Pasalnya, ia sudah menanti-nanti kesempatan mudik gratis setelah tahun lalu sempat gagal berangkat karena kendala jadwal.
"Tujuannya mau ke Jember, tapi cukup menyayangkan kalau tahun ini malah dihapus. Padahal program ini sangat membantu menghemat biaya perjalanan yang biasanya melonjak drastis saat jelang Lebaran," keluhnya.
Namun di sisi lain, dirinya juga memberikan catatan bagi Pemkot Batu. Berkaca pada tahun lalu, operasional mudik gratis dinilai masih semrawut, terutama terkait ketepatan waktu keberangkatan yang sempat mengalami penundaan hingga tiga kali. "Semoga bisa dievaluasi dan ada lagi ke depan," harapnya.
