JATIMTIMES – Untuk mengantisipasi potensi banjir akibat tingginya curah hujan di Kabupaten Blitar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar memutuskan membuka pintu air Bendungan Wlingi dan Serut sejak kemarin sore. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya debit air Sungai Brantas akibat intensitas hujan yang tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, mengungkapkan bahwa curah hujan yang cukup deras sejak pagi hari menyebabkan aliran air dari anak sungai ke Sungai Brantas terhambat. “Pembukaan pintu air dilakukan untuk menurunkan debit air di bendungan agar aliran dari anak sungai bisa lancar masuk ke Sungai Brantas,” ujarnya pada Jumat (29/11/2024). Ivong menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya preventif untuk meminimalisasi risiko banjir di sejumlah wilayah yang rawan terdampak.
Baca Juga : Subuh Keliling Bersama Bupati Malang Kembali Digelar, Doakan Warga Selamat dari Bencana
Ivong juga menjelaskan bahwa hujan deras sempat memicu banjir luapan sementara di beberapa wilayah. Di Kecamatan Binangun, misalnya, genangan terjadi di Kedungwungu dan Birowo, dengan air yang sempat masuk ke permukiman warga selama sekitar satu jam sebelum akhirnya surut. Sementara itu, genangan air di jembatan Kalisuko Ngembul kemarin memaksa pengalihan arus lalu lintas. “Pagi tadi, kondisi sudah kembali normal dan jembatan bisa dilintasi kendaraan,” tambahnya.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Blitar diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga 1 Desember 2024. Kondisi ini meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Oleh karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah dataran rendah dan dekat bantaran sungai.
“Masyarakat diharapkan waspada dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda potensi bencana di sekitar mereka. Koordinasi cepat sangat diperlukan untuk menghindari dampak yang lebih besar,” jelas Ivong. Ia juga meminta warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air, yang dapat memperparah risiko banjir.
BPBD Kabupaten Blitar juga telah berkoordinasi dengan Jasa Tirta untuk memastikan pengelolaan pintu air berjalan optimal. Pembukaan pintu air dilakukan dengan perhitungan cermat untuk menjaga keseimbangan debit air di bendungan dan menghindari dampak buruk di wilayah hilir Sungai Brantas. Selain itu, petugas juga terus memantau kondisi di lapangan guna mengantisipasi perubahan situasi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
BPBD juga menyiapkan posko siaga bencana di beberapa lokasi strategis untuk mempermudah penanganan darurat. Posko ini akan menjadi pusat informasi dan koordinasi selama periode potensi hujan lebat berlangsung.
Baca Juga : Bencana di Sumawe Malang: 95 Rumah Terdampak Banjir hingga Longsor, Masjid dan Pikap Turut Terendam
Pentingnya Edukasi dan Kesiapan
Ivong menambahkan bahwa edukasi masyarakat mengenai bencana hidrometeorologi menjadi salah satu prioritas BPBD. Ia berharap langkah antisipatif seperti pembukaan pintu air dapat dipahami sebagai bagian dari mitigasi bencana. “Kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih siap menghadapi cuaca ekstrem dan memahami pentingnya langkah-langkah preventif seperti ini,” tuturnya.
Dengan curah hujan yang diperkirakan masih tinggi hingga beberapa hari ke depan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk menghadapi ancaman bencana. BPBD Kabupaten Blitar memastikan akan terus memantau situasi cuaca dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi masyarakat dari dampak buruk potensi banjir.
