JATIMTIMES – Sejarah Kabupaten Jember, kembali terukir di Hari Kebangkitan Nasional ke 116, hal ini menyusul di launchingnya program Glenoun old Jember Museum dan Heritage oleh Bupati Hendy Siswanto yang didampingi wakil bupati KH. MB Firjaun Barlaman, di titik nol Jember yang ada di sisi timur Masjid Al Baitul Amin pada Senin (20/5/2024).
Bupati Jember H. Hendy Siswanto, dalam sambutannya menyampaikan, bahwa peresmian tugu titik nol kilometer Jember, yang diberi nama Glenoun old Jember Museum dan Heritage, mengambil istilah dari Bahasa Madura, dimana arti Glenon atau Glenoun, memiliki arti permisi untuk orang yang dihormati.
Baca Juga : Kritik Sulaisi untuk Bupati Sumenep Usai Pimpin Joget DJ: Merusak Moral!
“Kami mengambil nama glenoun, yakni bahasa madura yang artinya adalah permisi kepada orang yang dihormati, sedangkan kalimat Old Jember, artinya Jember masa lalu, maka Glenon Old Jember, merupakan ilustrasi diksi yang menganalogikan perjalanan Jember ke masa lalu,” ujar Bupati Hendy.
Bupati menjelaskan, bahwa di kawasan kota Jember sendiri saat ini memiliki beberapa bangunan sejarah, yang bisa dikunjungi oleh wisatawan, setidaknya ada 9 titik yang bisa menjadi tujuan wisata sejarah, yakni Masjid Al Baitul Amien, SMP 2 Jember, Stasiun KAI, Jember Klinik, museum tembakau di UPT PSMB-LT Jl kalimantan, Universitas Jember, Museum Huruf, Pasar tanjung, serta makam Mbah Kholifah di jl samanhudi, dimana seluruh tempat tersebut memiliki nilai sejarah bagi perkembangan Kabupaten Jember.
Untuk memudahkan wisatawan mengunjungi sejumlah titik yang mempunyai nilai history di Kabupaten Jember, Pemkab Jember juga menyiapkan kendaraan wisata yang sudah disiapkan oleh Dinas Perhubungan Pemkab Jember.
Baca Juga : Kota Blitar Terpilih sebagai Ketua Pengurus Jaket Bung Karno di Hari Lahir Pancasila
“Berwisata tidak harus di tempat-tempat yang ramai dengan segala keindahannya, tapi wisata sejarah, bisa menjadi wisata pendidikan, bagi siswa-siswi di Jember, dalam mengenal Jember di masa lalu, dan tentunya lebih memberikan wawasan dan edukasi kepada generasi kita,” pungkas Bupati. (*)
