Jatim Times Network Logo
05/02/2023
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba Serbi

Sejarawan Nusantara Sebut Kerajaan Demak Produsen Meriam, Hingga Ekspor ke Jepang

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

27 - Sep - 2022, 10:29

Screenshoot video Prof KH. Agus Sunyoto yang diunggah akun @griyakule
Screenshoot video Prof KH. Agus Sunyoto yang diunggah akun @griyakule

JATIMTIMES - Baru-baru ini beredar video berdurasi 1 menit 10 detik yang berisi pengajian Sejarawan Nusantara, Prof KH. Agus Sunyoto. 

Ia membahas Kerajaan Demak yang ternyata sejak zaman Wali Songo telah memproduksi meriam. 

Baca Juga : Sering Rusuh dan Terkena Sanksi Tanpa Penonton, Manajemen Persebaya Alami Kerugian Puluhan Miliar

Dalam video Tiktok yang diunggah akun @griyakule itu menyebutkan bahwa sejak zaman walisongo, Kerajaan Demak telah mampu memproduksi meriam ukuran besar. 

"Bahkan semua diekspor ke Malaka, ke Pasai," sebut tokoh besar Nahdlatul Ulama (NU) tersebut. 

Lebih lanjut, Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian meriam itu juga dibeli Jepang. Saat itu Jepang di bawah pimpinan Odu Nobunaga, seorang Daimyo pada tahun 1534-1582. 

"Jadi Jepang dulu beli Meriam di Demak," sebut Agus sambil tertawa. 

Namun Agus tampak keheranan sebab fakta (Demak produsen meriam) ini justru didapat dari catatan Portugis. 

Lebih detil, Ia bercerita saat Portugis menaklukkan Pelabuhan Malaka atau Bandar Malaka, ada bocoran bahwa Benteng Malaka dilengkapi meriam. Bocoran itu didapat pimpinan Portugis, Dalbokk, dari anak buahnya. 

Baca Juga : Warganet Ramaikan Tagar Andika Perkasa Silahkan Mundur

"Bahwa benteng Malaka dilengkapi oleh meriam ukuran besar yang didatangkan dari Jawa,"ucap Agus. 

Padahal saat ingin menaklukkan Pelabuhan Merak, Portugis baru datang dari Eropa. Sehingga persenjataan lebih lengkap.  

"Karena itu saat mendekat, kapal Portugis itu rusak kena meriam, akhirnya mereka mundur," cerita Agus, mengakhiri.


JOIN JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel anda.

Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni