Hanya Berkekuatan 34 Ribu Tentara, Islam Ottoman Taklukkan 740 Ribu Pasukan Rusia | Gresik TIMES
Peristiwa Besar yang Terjadi di Bulan Ramadan  20

Hanya Berkekuatan 34 Ribu Tentara, Islam Ottoman Taklukkan 740 Ribu Pasukan Rusia

May 02, 2021 20:12
Kredit foto: berkisah sirah
Kredit foto: berkisah sirah

INDONESIATIMES - Ramadan menjadi bulan yang penuh dengan berbagai peristiwa bersejarah tentang peradaban Islam. Banyak perang perjuangan Islam yang terjadi di bulan suci itu.

Salah satunya yakni Perang Yakhliz. Perang Yakhliz terjadi pada 15 Ramadan 1294 Hijriah.

Baca Juga : Bak Piramida Mesir, Bangunan Masjid ini Bikin Lebih Nyaman Beribadah

Kala itu, tentara Islam dari Dinasti Ottoman yang dipimpin Panglima Ahmad Mukhtar Basya dengan jumlah 34.000 pasukan berhasil mengalahkan tentara Rusia yang berjumlah 740.000. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran tersebut.

Ahmad Mukhtar pun menjadi kebanggaan umat Islam. Dia diinilai mampu mempertahankan agama yang diancam pemerintah Tzar di Rusia.

Sosok Khalifah Baru

Sebelum pecah Perang Yakhliz, Sultan Abdul Hamid II menjadi  khalifah baru Daulah Othmaniyah (Ottoman) pada 1293 H (1876 Masehi). Ia telah memberi napas baru kepada umat Islam setelah beberapa lama berada dalam zaman kemunduran, termasuk karena munculnya aliran-aliran modern sejak awal 1800 M 22 mengganggu  kestabilan daulah tersebut.

Khalifah ke-34 Ottoman ini dituntut mampu memulihkan semula kekuatan kerajaan Islam yang bukan saja mengalami kerusakan di dalam, tetapi juga menghadapi pemberontakan tanah jajahan dan serangan musuh-musuh Islam.

Di dalam kerajaan sendiri, kemunculan kelompok sekuler dalam gerakan Ittihad wat Taraki membawa masuk pemikiran Eropa. Muncul juga gerakan Wahabi sebagai separatis Islam.

Di Eropa, wilayah-wilayah Balkan mulai memberontak. Rusia juga melakukan perluasan kekuasaan  ke atas wilayah Ottoman sehingga Wallachia, Moldova dan Serbia terlepas dari tangan Ottoman.

Konflik Ottoman-Russia

Sejak jatuhnya pusat Kristen Ortodoks, Konstantinopel, ke tangan Ottoman pada 1453 M, orang-orang Kristen memindahkan pusat kegiatan mereka ke Moskow, Rusia. Sejak itulah, Rusia sentiasa menjadi musuh Ottoman dan dalam tempo 300 tahun.

Kejayaan Ottoman sebelumnya menguasai wilayah-wilayah Ortodoks di Eropa Timur seperti Balkan, Bulgaria, Rumania, Hungaria, Poland,ia Wallachia, bahkan Moskow. Hal itu telah menjadikan Ottoman vs Rusia ke dalam satu konflik politik yang panjang.

Dalam konteks ini, sejumlah peperangan besar berlaku antara Ottoman dan Rusia. Pertikaian bermula di Perang Rusia-Ottoman I (1568-1570M), Perang II (1676-1681M), Perang III (1686-1700M), Perang IV (1710-1711M), Perang V yang turut disertai oleh Austria (1735-1739 M), Perang VI (1768-1774 M), Perang VII (1787-1792 M), Perang VIII (1806-1812 M), Perang IX (1828-1829 M) dan Perang Crimea (1853-1856 M).

Baca Juga : Beredar Surat Pernyataan Mantan Rektor UIN Malang di WhatsApp, Begini Isinya!

Walaupun Ottoman memenangi perang yang terakhir ini, konflik dengan Rusia tak berakhir karena permusuhan Rusia terhadap Islam tetap terwujud.

Kemenangan Islam di Yakhliz

Keadaan politik Ottoman yang tak stabil membuat permainan kelompok Yahudi Donma, golongan sekuler, dan gerakan freemanson  membuka ruang pemberontakan wilayah-wilayah. Rusia dan Austria telah menghasut agar Serbia dan Montenegro memberontak.

Austria ingin menguasai Bosnia dan Herzegovina manakala Rusia ingin mengambil Wallachia, Moldova dan Bulgaria dari Ottoman. Karena pemberontakan itulah, akhirnya tercetus perang besar pada 24 April 1877 M (10 Rabiul Awal 1294 H) di Balkan.

Dalam peperangan di Balkan, pasukan Islam Ottoman dipimpin oleh Uthman Pasya. Ia bersama 50,000 tentera menghadapi 150,000 tentera gabungan Rusia-Rumania. Pasukan muslim Ottoman hampir berjaya mengalahkan Rusia.

Hanya saja, karena Uthman Pasya mengalami cedera parah, pasukannya menjadi kucar-kacir. Rusia balik berjaya menguasai mereka. Hingga akhirnya Uthman Pasya ditawan dan dibawa ke Moskow.

Di Anatolia, pasukan Islam dipimpin oleh Ahmad Mukhtar Pasya. Dengan hanya 34,000 tentara, mereka berjaya mengusir Rusia. Padahal,  jumlah tentara Rusia 740,000 pasukan. Rusia mengalami 6 kekalahan, termasuk dalam Perang Yakhliz pada 15 Ramadan 1294 H.

Kala itu Rusia telah dikalahkan dan Ahmad Mukhtar Pasya mendapat pujian khalifah. Sebanyak 10.000 tentara Rusia tewas dalam pertempuran tersebut.

Topik
Islam Ottoman Perang Yakhliz

Berita Lainnya