Bambang Triono Putro selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.(eko arif s/Jatimtimes)
Bambang Triono Putro selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri.(eko arif s/Jatimtimes)

KEDIRITIMES - Pemerintah Kabupaten Kediri melalui Dinas Kesehatan tengah menyiapkan Tenaga Medis (Nakes) tambahan untuk mengisi Rumah Sakit (RS) Nur Aini, Toeloengredjo Pare yang ditunjuk Pemerintah Kabupaten Kediri sebagai lokasi tempat rujukan baru dalam menangani pasien terpapar Covid-19.

Penyiapan tenaga medis tambahan tersebut dilakukan dengan membuka rekrutmen. Sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), tenaga medis yang dibutuhkan untuk mengisi RS Nur Aini tersebut sebanyak 90 orang.

Baca Juga : Disuntik Vaksin Covid-19, Presiden Jokowi Akui Batuk Kecil

"Dari jumlah total kebutuhan tenaga medis tersebut diantaranya 5 dokter, 50 orang perawat dan sisanya meliputi security hingga office boy," kata Bambang Triono Putro selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, kepada Jatim Times.com melalui telepon, Kamis (14/1/2021).

Dikatakan oleh Bambang, jika dalam kurun waktu seminggu ke depan, diharapkan proses rekrutmen tersebut telah selesai.

"Jadi kemarin (13/1/2021) itu pendaftaran seleksi administrasi telah ditutup. Nah, kini tinggal melakukan psikotes dan wawancara sebagai parameter seleksi rekrutmen," ungkapnya.

Disinggung mengenai sarana dan prasarana (Sarpras) dalam menunjang kebutuhan ruang isolasi di Rumah Sakit Nur Aini. Bambang mengaku tengah melakukan pengadaan sejumlah alat medis termasuk tabung oksigen hingga sarpras penunjang lainnya seperti laboratorium hingga rontgen portable. Sebab di RS Nur Aini hanya siap bedcover saja," bebernya.

Baca Juga : Melonjaknya Angka Kasus Penyebaran Covid-19, Kabupaten Kediri Kembali Ke Zona Merah

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menjalin kesepakatan dengan Rumah Sakit Nur Aini untuk menyewa gedung bangunan Rumah Sakit Nur Aini yang sudah hampir satu tahun ini tak beroperasi. Masa sewa tersebut berdurasi waktu selama 1 tahun terhitung awal Januari 2021. Sedangkan anggaran yang dipergunakan untuk penyewaan menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) senilai Rp 450 juta.