Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menjelaskan kriteria penerima vaksin Covid-19 (Foto : Dokumen MalangTIMES)
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat saat menjelaskan kriteria penerima vaksin Covid-19 (Foto : Dokumen MalangTIMES)

Proses vaksinasi Covid-19 tahap pertama di Kabupaten Malang diperkirakan bakal direalisasikan pada awal Februari 2021 mendatang. Namun, tidak semua masyarakat akan mendapatkan vaksin tersebut.

Dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat, usai menghadiri agenda Talkshow Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Malang tahun 2021 menjelaskan, jika calon penerima vaksin Covid-19 harus dalam kondisi sehat. Salah satunya adalah tidak mengidap penyakit komorbid.

Baca Juga : Unsur Pimpinan OPD di Bangkalan Dites Swab Masal, Mengapa?

”Iya, tadi memang disampaikan yang akan di vaksin itu, selain (tidak memiliki) komorbid juga ada beberapa penyakit, yang secara teknis disampaikan oleh dokter dari Dinkes (Dinas Kesehatan) di Provinsi (Jawa Timur) sama (dokter) yang mewakili asosialsi penyakit dalam,” terang Wahyu saat ditemui usai menghadiri agenda yang dilangsungkan di Pringgitan Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (12/1/2021).

Sekedar informasi, merujuk pada rekomendasi Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), berikut sederet penyakit komorbid yang dianggap belum layak menerima vaksin Covid-19, khususnya terhadap vaksin buatan Sinovac :

1. Penyakit Autoimun Sistemik, yang meliputi SLE, Sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

2. Sindrom Hiper IgE

3. Pasien dengan infeksi akut, atau pasien dengan kondisi penyakit infeksi akut yang disertai demam yang bisa menjadi kontraindikasi vaksinasi.

4. Penyakit ginjal kronis (PGK) dialisis, PGK non dialisis, transplantasi ginjal, sindrom nefrotik dengan imunosupresan/kortikosteroid

5. Hipertensi

6. Gagal jantung

7. Penyakit jantung koroner

8. Rematik autoimun

9. Penyakit gastrointestinal dan sejenisnya

10. Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun

11. Kanker

12. Pasien hematologi onkologi

Selain tidak disarankan kepada penderita penyakit komorbid, dijelaskan Sekda Kabupaten Malang, pasien yang pernah terpapar Covid-19 juga dimungkinkan tidak menerima vaksin Covid-19.

”Tadi memang sudah disampaikan ada beberapa kriteria, salah satunya kalau memang sudah pernah terkena Covid-19 itu tidak akan divaksin,” jelasnya.

Baca Juga : Pemkot Malang Siapkan 500 Ribu Warga untuk Divaksin

Seperti yang sudah diberitakan, dalam pemberian vaksin tahap pertama, tercatat ada 10 pejabat di Kabupaten Malang yang akan menerima vaksin.

Dijelaskan Sekda Kabupaten Malang, ke-10 pejabat tersebut meliputi jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malang, Sekda Kabupaten Malang, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, hingga Direktur RSUD Lawang.

Sedangkan Dandim 0818 Kabupaten Malang-Kota Batu, Letkol Inf Yusub Dody Sandra yang merupakan bagian dari Forkopimda Kabupaten Malang, dikabarkan pernah terpapar virus yang diduga berasal dari Wuhan, China tersebut.

Menanggapi hal ini, Sekda Kabupaten Malang memperkirakan jika Dandim 0818, tidak menerima vaksin Covid-19 yang diperuntukkan di Kabupaten Malang tersebut.

”Jadi kita sudah ada ketentuannya, kalau Pak Dandim (0818) sudah kena (Covid-19) akan kami carikan alternatif penggantinya,” ucapnya.

Berdasarkan beberapa pertimbangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bakal menggantikan Dandim 0818 yang sempat diproyeksikan menerima vaksin Covid-19 tahap pertama, kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Bambang Istiawan. ”Alternatif penggantinya mungkin akan kita pilih Kepala BPBD,” sambungnya.

Terakhir, Wahyu mengaku siap menerima vaksin Covid-19 tahap pertama, jika pihaknya memang dianggap layak dan memenuhi kriteria.

”Insyaa Allah, karena tadi saya lihat dari beberapa kriteria itu Insyaa Allah saya bisa masuk untuk divaksin,” tukasnya.

Sekedar diketahui, merujuk pada rekomendasi PAPDI yang dikutip dari Juknis Kemenkes RI, syarat penerimaan vaksin Covid-19 diantaranya meliputi :

1. Apabila tekanan darah di atas 140/90 mmHg, maka vaksin Covid-19 tidak bisa diberikan.

2. Jika pernah mengidap Covid-19, ibu hamil atau menyusui, mengidap gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) setidaknya dalam tujuh hari terakhir, memiliki riwayat alergi berat, memiliki penyakit ginjal, rematik, sakit saluran pencernaan kronis, vaksin Covid-19 juga tidak bisa diberikan.

3. Para pengidap penyakit diabetes melitus DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, tahap vaksinasi juga tidak bisa diberikan.

4. Suhu badan yang sedang demam atau di atas kisaran 37,5 derajat Celcius, akan diarahkan agar vaksinasi ditunda terlebih dahulu. Kebijakan ini juga berlaku bagi pasien yang pernah mengidap penyakit paru-paru.