Petugas kesehatan dari Puskesmas Rampal Celaket saat membagikan masker di area Pasar Klojen. (Foto: Dokumentasi Puskesmas Rampal Celaket).
Petugas kesehatan dari Puskesmas Rampal Celaket saat membagikan masker di area Pasar Klojen. (Foto: Dokumentasi Puskesmas Rampal Celaket).

Upaya untuk mendisiplinkan masyarakat agar taat protokol kesehatan pencegahan Covid-19 terus digencarkan.

Salah satunya, yang dilakukan petugas kesehatan dari Puskesmas Rampal Celaket hari ini (Selasa, 12/1/2021). Menyasar ke kawasan pasar rakyat, tim Promosi Kesehatan (Promkes) dan tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) memberikan penyuluhan dan pembagian masker gratis di kawasan Pasar Klojen.

Baca Juga : Simulasi Vaksinasi Covid-19, Wali Kota Kediri: Jangan Takut Divaksin

 

"Jadi kami tengah menggalakkan lagi protokol kesehatan di pasar. Dengan melakukan penyuluhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dan juga pembagian sebanyak 80 masker kain kepada masyarakat. Baik ke pedagang maupun kepada pembeli," ujar Petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Rampal Celaket, Shinta Trinovia Kumalasari.

Di samping memberikan penyuluhan secara langsung, di area pasar juga dibagikan poster dan leaflet mengenai informasi pencegahan Covid-19. Hal ini sebagai salah satu upaya untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu menjaga kesehatan.

"Kami juga selalu memonitoring area pasar, seperti apa penggunaan tempat cuci tangannya. Lalu, poster-poster itu untuk dipasang pengelola pasar, sejauh apa efektivitasnya kami selalu pantau," imbuhnya.

Shinta mengungkapkan, kegiatan tersebut rutin setidaknya dilakukan setiap satu bulan sekali. Namun, untuk penyuluhan melalui media sosial, terus digalakkan setiap hari.

Dari penyuluhan ini, menurut dia, cukup mempengaruhi efektivitas dari pedagang ataupun pembeli dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga : Tak Masuk Daerah PSSB Jilid II, Tulungagung Siap Sesuaikan Aturan

 

"Memang ada beberapa kebiasaan pedagang yang masih menurunkan masker ke dagu, atau ada juga yang belum benar penggunaannya itu kami ingatkan," ungkapnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga sekaligus sebagai bentuk pemantauan kesehatan lingkungan di pasar rakyat, mulai dari bangunan hingga sarana sanitasi, terutama di masa pandemi Covid-19.

"Kami juga melakukan pengkajian kesehatan lingkungan dan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di pasar di masa pandemi, dan tadi kita lihat, tingkat kebersihan lingkungan sudah bagus, tersedia tempat cuci tangan jua, dan jamban sehat," pungkasnya.