Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, KH Muhammad Hadi Mahfuzd. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)
Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, KH Muhammad Hadi Mahfuzd. (Foto: Anang Basso / Tulungagung TIMES)

Heboh munculnya kegiatan warga yang salat menggunakan bahasa Indonesia di Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung mendapat perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Ketua MUI Kabupaten Tulungagung, KH Muhammad Hadi Mahfuzd atau yang akrab di panggil Gus Hadi akan melakukan penelusuran terkait adanya kejadian ini.

Baca Juga : Tak Ingin Kegaduhan Jakarta Sampai Malang, Ormas Malang Bersatu Datangi Polresta dan Kodim

 

"Kami masih akan menelusuri," kata Gus Hadi saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/11/2020) malam.

Lanjutnya, MUI membenarkan akan membahas masalah ini dengan Muspika Rejotangan untuk menentukan sikap lebih lanjut.

"Benar, malam ini tim MUI akan rapat intern lebih dulu," ujarnya.

Seperti diketahui, warga di Tulungagung dihebohkan adanya satu keluarga yang menjalankan salat wajib dan salat lainnya bukan menggunakan bahasa Arab seperti tuntunan Al-Qur'an, tetapi justru menggunakan bahasa Indonesia.

Hal ini dilakukan oleh keluarga MA (inisial), warga RT 4 RW 8 Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga : Ada Aktivis Medsos dan Cafe, Aktif Beteriak Selamatkan Alam, Diajak Menanam Ogah

 

Dengan adanya kejadian ini, pada Senin (23/11/2020) kemarin penyuluh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan dikabarkan melakukan inspeksi mendadak (sidak).

Pihak kepolisian juga tengah melakukan pengusutan kasus tersebut. Salah satunya, dengan meminta keterangan pihak-pihak berwenang seperti Kepala Desa Panjerejo.