Temuan situs baru di Desa Ngarejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto (foto: istimewa)
Temuan situs baru di Desa Ngarejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto (foto: istimewa)

Sekitar 4 hari yang lalu, Irman salah satu anggota tim Indonesia Majapahit Channel, mendapat informasi dari temannya tentang adanya situs baru berupa susunan batu bata besar di area pesawahan Desa Ngarejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. 

Situs yang berlokasi lebih kurang 50 meter ke arah barat dari lajur jalan utama itu bisa dicapai setelah berjalan kaki melalui pematang sawah dan melewati bekas galian C.

Baca Juga : Astono Gedong, Hunian Kuno Pusat Pemerintahan Tulungagung Masa Lampau

Berdasarkan keterangan dari Nanang salah satu anggota aktivis di bidang pelestarian cagar budaya, penemuan situs setelah hujan lebat terjadi, sekitar 3-4 hari lalu.

"Ketika itu hujan lebat, sehingga terjadi longsoran karena di sampingnya ada bekas galian. Salah satu rekan kami mengetahui itu (situs, red). Saya segera menuju lokasi tersebut utuk melihat.” ucap Nanang, Minggu (22/11/2020) saat diwawancarai MojokertoTIMES.

Setelah memastikan, Nanang melihat sebuah peninggalan yang mengejutkan. Menurut keterangannya, di desa tersebut memang sering di temukan situs-situs baru. Tempat penemuan situs baru tersebut tidak jauh dari lokasi penemuan situs Kumitir yang sudah dilakukan ekskavasi sekitar bulan september lalu. 

“Di lokasi tersebut memang sering di temukan situs-situs baru. Wilayah barat dari tempat tersebut di Grogol yang merupakan lokasi padat penduduk, di mana setiap jengkal tanah kita pasti bisa menemukan beberapa pecahan-pecahan keramik Cina peninggalan dinasti yang dulu” jelasnya.

Untuk saat ini Nanang belum berani mengambil kesimpulan mengenai situs yang baru ditemukan tersebut. “Saya belum berani mengambil kesimpulan terlalu dini. Hanya saja saya merasa bahwa ini adalah penemuan yang dahsyat. Hal yang menarik dari penemuan situs ini adalah besar batu bata yang ditemukan ukurannya beda dengan batu bata yang ada di era Majapahit,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan Nanang, ukuran batu bata yang ditemukan di situs tersebut tergolong ekstra besar yakni 40 cm x 7 cm. Untuk sementara dia berpendapat, bahwa tidak menutup kemungkinan situs ini berasal dari era Mpu Sindok. Di mana ketika tahun 900 M, Mpu Sindok memindahkan Ibu Kota Kerajaan Mataram Kuno ke Jawa Timur.

Baca Juga : Angkat Tema Trantanan, Getih Getah Gula Kelapa Candi Simping Diisi Kegiatan Doa Budaya

Meski demikian, ia tetap tidak ingin terlalu awal menyimpulkan, karena bagaimanapun situs ini baru ditemukan. Untuk sementara Nanang akan melaporkan penemuan situs tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) agar ditindaklanjuti dan tetap memantau perkembangan dari penemuan situs baru tersebut.

Senada dengan harapan Nanang, Udin salah satu tim Indonesia Majapahit Channel juga sangat berharap agar BPCB segera meninjau dan melakukan proses ekskavasi. 

“Saya sangat berharap pihak BPCB segera melakukan proses tindak lanjut. Karena saat ini musim hujan, sedangkan posisi temboknya berada di tepi semacam tebing bekas galian C. Tentunya kita semua tidak menginginkan situs ini terkena longsor sehingga akan rusak.” harapnya.