Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah Muhammad SAW lahir sebagai anak tunggal, tetapi saat hidupnya, Rasulullah disebut memiliki kembaran.

Orang yang dinilai sangat mirip parasnya dengan Baginda Nabi tersebut mengembuskan napas terakhir saat mengibarkan panji-panji kaum muslim dalam Perang Uhud.

Baca Juga : Terlibat Selisih Paham, Ini Fitnah Keji pada Sahabat setelah Rasulullah SAW Wafat

Perang Uhud menjadi salah satu peperangan yang luar biasa dalam sejarah Islam. 

Peperangan tersebut terjadi setelah kaum Quraisy kalah dalam Perang Badar yang terjadi sebelum adanya Perang Uhud.

Dr. Khalid Zeed Abdullah Basalamah, Lc., M.A. atau lebih dikenal sebagai Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah kajian menyampaikan, saat itu kaum Quraisy hendak menyerang Madinah dengan sekitar tiga ribu pasukan.

Saat pasukan tepat berada di dekat gerbang Madinah, Rasulullah SAW langsung menyusun sekitar seribu pasukan. 

Namun saat itu ternyata terdapat 300 pasukan kafir yang kemudian membuat pasukan Rasulullah SAW goyah.

Dengan sisa 700 pasukan melawan tiga ribu pasukan Quraisy, maka Rasulullah SAW membelokkan pasukan ke arah kebun kurma yang tak jauh dari Gunung Uhud. 

Saat mengetahui itu, musuh tak jadi menyerang Madinah, melainkan berbalik arah menuju ke arah Timur mereka, di mana pasukan Rasulullah SAW berada.

Tak jauh dari Gunung Uhud kebetulan terdapat sebuah bukit kecil dan di sana ditaruh 50 pemanah yang dipimpin Abdullah bin Jubair. 

Rasulullah SAW berpesan agar pemanah tak turun tanpa perintah dari Rasulullah SAW, baik dalam kondisi menang ataupun kalah.

Singkat cerita, mereka melakukan perintah Rasulullah SAW dan memanah dari atas bukit tersebut.

Saat itu, sahabat yang lain yaitu Hamzah bersama Ali bin Abi Thalib dan Zubair bin Awam sepakat menjatuhkan bendera Quraisy. 

Pasukan Quraisy sangat banyak, dan strategi terbaik dari Hamzah adalah menyerang pemegang bendera.

Rasulullah SAW mengizinkan dan ketiga sahabat tersebut bergerak melakukan penyerangan. 

Sampai akhirnya mereka berhasil memegang bendera dan membunuh pembawanya. Kemudian membuat pasukan dua ribu lebih tersebut bubar.

Saat Quraisy kocar kacir, 50 pemanah yang berada di atas bukit pun sebagian besar memilih turun. 

Ada 43 yang turun, padahal saat itu tak ada perintah dari Rasulullah SAW. Abdullah bin Jubair saat itu juga sudah mengingatkan, tapi mereka tetap memilih turun.

Pada akhirnya, 200 pasukan Quraisy yang tersisa dan dipimpin Khalid bin Walid naik ke atas bukit tersebut dan menyerang tujuh orang pasukan sisa pemanah.

Pasukan Quraisy pun akhirnya menyerang dari belakang dan mendirikan kembali bendera. 

Sehingga pasukan Rasulullah SAW terhimpit dan mendapat serangan dari arah depan dan belakang. Penyerangan kembali terjadi saat bendera Quraisy kembali berdiri.

Baca Juga : Sungguh Beruntung, Sahabat Ini Pernah Dapat Ungkapan Cinta dari Rasulullah SAW

Lantaran kejadian itu, maka banyak muncul korban yang sangat banyak. Dari 700 orang, 70 orang mati syahid dan salah satunya adalah Mushab bin Umair.

Saat itu, sangking kacaunya, ada pasukan muslim yang membunuh muslim lainnya. Hal itu lantaran terjadi penyerangan dari depan dan belakang.

Kemudian 630 orang selain 70 orang yang mati syahid tersebut telah memiliki luka yang sangat luar biasa. Setidaknya ada tujuh luka yang dimiliki para sahabat yang ikut serta dalam peperangan tersebut.

Rasulullah SAW terdesak sampai ke Gunung Uhud, dan saat itu Mushab bin Umair tetap kukuh memegang bendera. 

Maka datanglah Ibnu Khamiah yang sebelumnya datang ke Rasulullah SAW dan memukul Rasulullah SAW yang terjerumus di dalam lubang. Saat itu hantaman pedang ke arah bahu kanan dan pipi Rasulullah SAW.

Ibnu Khamiah dengan beberapa teman menyerang Rasulullah SAW sampai datang beberapa sahabat.

Kemudian saat mundur menjauhi Rasulullah SAW, Ibnu Khamiah kaget melihat seseorang yang sangat mirip dengan Rasulullah SAW. Dia membiarkan rambutnya terurai dan saat kena angin tertiup serta membawa bendera muslimin.

Maka Ibnu Khamiah kaget dan mengira jika itu adalah Rasulullah SAW. Kemudian ia menyabet tangan kanan Mushab bin Umair yang ia kira Rasulullah SAW tersebut.

Maka bendera itu hampir jatuh dan Mushab menangkapnya dengan tangan kiri. Kemudian Ibnu Khamiah kembali menyerang dan memotong tangan kiri Mushab. Saat itu, Mushab menahan bendera dengan sisa tangannya.

Kemudian datang Ibnu Khamiah dan menancapkan pedang ke dada Mushab, maka saat itu Mushab mati syahid.

Ibnu Khamiah yang membunuh Mushab mengira jika ia telah membunuh Rasulullah SAW. Dia pun memberi kabar itu kepada kaum Quraisy.

Dia mengira jika Mushab adalah Rasulullah SAW yang keluar dari lubang dan memegang bendera muslim. Hal itu dikarenakan sangking miripnya Mushab dengan Rasulullah SAW.

Lalu Abu Sufyan berkata, "Sungguh aku lebih percaya kepada Umar daripada Ibnu Khamiah,".

Saat muslimin dalam kondisi luka parah, maka Abu Sufyan mendatangi Gunung Uhud dan bertanya apakah ada Muhammad, Abu Bakar, dan Umar. Saat itu tak ada jawaban dari umat muslim.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sahabat untuk menjawab. Maka Umar menjawab, "Mereka semua masih hidup,".

Maka saat itu Abu Sufyan percaya jika Rasulullah SAW masih hidup.