Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang dan mencintai umatnya. Selama masa perjuangan memperkenalkan Islam, Rasulullah SAW selalu menunjukkan kasih sayang dan cintanya itu kepada sahabat dan umatnya.

Begitu juga sebaliknya, para sahabat dan umat muslim selalu berebut untuk menyampaikan rasa cintanya dan ketulusannya kepada Rasulullah SAW. Salah satu sahabat yang beruntung dan mendapatkan balasan cinta dari Rasulullah SAW adalah Muadz bin Jabal.

Baca Juga : Setujui Usul JK, DMI Surabaya Ingin Salat Jumat Dua Gelombang

Dia adalah salah satu sahabat Rasulullah SAW dari kaum anshar dan tergolong sebagai kaum yang pertama yang memeluk Islam. Dia dikenal sebagai cendekiawan yang sangat pandai dan wawasan yang amat luas.

Rasulullah SAW mengirim Muadz untuk menjadi seorang pendakwah dan menyebarkan ajaran Islam. Dengan pengetahuan dan pemahamannya yang luar biasa, Rasulullah SAW menyebut Muadz sebagai salah satu sahabat yang memahami mana yang haram dan halal.

Buya Yahya dalam sebuah kesempatan menyampaikan, Muad bin Jabal merupakan sosok yang sangat beruntung. Karena ia pernah berboncengan dengan Rasulullah SAW saat mengendarai seekor unta. Tentu itu merupakan pemandangan yang sangat indah luar biasa.

Bukan hanya itu, Muadz juga pernah secara khusus diajarkan Rasulullah SAW tentang doa yang diucapkan setelah melaksanakan salat. Muadz termasuk salah satu sahabat yang sangat dicintai Rasulullah SAW.

Bahkan suatu ketika, Rasulullah SAW pernah memanggilnya, "Ya Muadz,".

Muadz menjawab, "Baik ya Rasulullah SAW, kupenuhi panggilanmu dengan baik,".

Lalu Rasulullah SAW kembali mengulangi dan memanggilnya hingga tiga kali, "Ya Muadz, ya Muadz, ya Muadz. Aku mencintaimu,".

Sungguh luar biasa, seorang yang sangat mencintai dibalas akan cintanya dengan perkataan Rasulullah SAW. Hal itu menjadi kabar gembira bagi Muadz.

Kalimat yang disampaikan dan diulang sampai tiga kali merupakan bentuk pernyataan yang hendak disampaikan Rasulullah SAW adalah serius dan penting.

Baca Juga : Kronologi Serangan pada Abu Jahal, Kepalanya Ditombak Pemburu Singa Usai Hina Rasulullah

Lalu Rasulullah SAW berkata, "Tak ada seorang hamba yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah dengan sungguh-sungguh dan tulus, kecuali Allah mengharamkannya masuk neraka,"

Setelah mendengar perkataan itu, Muadz berkata, "Ya Rasulullah, apakah boleh aku memberi tahu orang-orang itu agar mereka senang,".

Rasulullah SAW berkata, "Jika engkau memberi tahu, dikhawatirkan mereka akan mengentengkan dan salah paham. Serta menganggap jika hanya cukup mengucapkan kalimat syahadat, mereka akan masuk surga,".

Muadz yang menjadi salah satu golongan pertama yang memeluk Islam pun terus berjuang di jalan Allah. Rasulullah SAW mengirim Muadz ke Negeri Yaman untuk menyebarkan ajaran Islam di sana. 

Muadz wafat pada usianya yang ke 33 tahun, saat terjadi wabah luar biasa di Syam. Ketika itu Muadz menjadi utusan Khalifah Umar bin Khattab untuk mengajar di Syam.