Alun-alun Jalan Merdeka, Kota Malang (Amin/MalangTimes)
Alun-alun Jalan Merdeka, Kota Malang (Amin/MalangTimes)

Penerapan new normal di Kota Malang membuat banyak sekali kelonggaran, misalnya sektor industri ataupun usaha yang mulai dibuka dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Akan tetapi tidak dengan taman atau hutan kota yang ada di Kota Malang. 

Baca Juga : Wisata Air Wendit Rencana Mulai Buka Juli, Disparbud Siapkan SOP

 

Seperti diketahui, Kota Malang memiliki puluhan taman-taman cantik yang belasan di antaranya merupakan taman aktif atau yang bisa dimanfaatkan untuk wisata.

Dalam rangka memutus penyebaran rantai Covid-19, untuk sementara seluruh taman aktif dan kebun bibit ditutup untuk pengunjung, sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut.

Lalu kapan akan dibuka? 

Kepala UPT Pengelolaan Taman Aktif dan Kebun Bibit Kota Malang Lukman Hidayat mengatakan bahwa penutupan taman aktif dilakukan hingga Peraturan Walikota Malang Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penerapan Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19 2019 dicabut.

"Menunggu perwal itu dicabut. Kami DLH Kota Malang, khusunya UPT Pengelolaan Taman Aktif dan Kebun Bibit Kota Malang telah melakukan pemasangan papan informasi agar masyarakat untuk sementara tidak menggunakan taman dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19," ungkap Lukman Hidayat.

Meskipun ditutup, di setiap taman dan hutan kota ditempatkan personel dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. 

Selain bertugas merawat taman, mereka juga bertugas untuk mengawasi, menjaga dan menghalau pengunjung taman.

Salah satu upayanya yakni menutup sarana prasarana publik seperti kursi taman dengan tali rafia agar pengunjung tidak duduk-duduk di kursi taman yang beresiko menularkan Covid-19.

Baca Juga : 5 Tempat Wisata Favorit di Kota Malang Terpaksa Tutup Saat Lebaran Tahun Ini

 

"Orang-orang yang memaksa mengunjungi, kami sudah berusaha keras untuk mencegah dan menghalau. Salah satu upayanya yaitu menambah jumlah personel yang ada di lapangan dengan mengambil petugas yang ada di taman yang sekiranya tidak potensial untuk dikunjungi," ujar Lukman.

Sebelumnya, media informasi UPT pengelolaan taman aktif dan kebun bibit sempat diambil oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Bahkan juga sempat ada ajakan dari media sosial agar masyarakat berkunjung ke taman.

"Sejauh ini memang masih ada saja yang ngotot ingin ke taman. Kami pikir itu adalah koreksi bagi kami, karena kami berpikirnya positif dulu ya, mungkin yang di-upload di media sosial itu ajakan untuk mengunjungi taman adalah sindiran untuk kami," kata Lukman.

Oleh karena itu, DLH Kota Malang berharap masyarakat untuk sementara menaati peraturan pemerintah dengan tidak mengunjungi taman untuk menghindari penyebaran Covid-19.

"Harapan kami meminta kepada masyarakat, agar mematuhi peraturan pemerintah sesuai perwal," tegas Lukman.