Fadjroel Rachman Juru Bicara Presiden yang tidak lagi menduduki kursi Komisaris Utama PT. Adhi Karya (Tbk). (Foto: Antara)
Fadjroel Rachman Juru Bicara Presiden yang tidak lagi menduduki kursi Komisaris Utama PT. Adhi Karya (Tbk). (Foto: Antara)

Salah satu perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negera) yakni PT. Adhi Karya, Tbk (Persero) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang di dalamnya terdapat agenda perombakan jajaran komisaris dan direksi.

RUPST digelar di Auditorium Lantai 3 Kantor Pusat Adhi Karya, Jalan Raya Pasar Minggu KM 18, Jakarta, Kamis (4/6/2020) dengan membahas sembilan agenda. 

Dalam RUPST tersebut juga dijelaskan terkait penggunaan laba bersih perseroan pada tahun buju 2019 sebesar Rp 663,8 miliar. Rinciannya sebesar Rp 66,4 miliar atau jika dipersentasekan yakni 10 persen ditetapkan sebagai dividen tunai yang dibagikan kepada pemegang saham. 

"Dibayarkan dengan ketentuan 51 persen saham atau senilai Rp 33,8 miliar merupakan dividen bagian Negara Republik Indonesia yang akan disetorkan ke Kas Umum Negara. Sementara, sebesar 90 persen atau senilai Rp 597,4 miliar sebagai saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya," tulis poin dalam hasil RUPST Adhi Karya.

Dalam RUPST juga dilaksanakan perombakan jajaran komisaris serta direksi yang salah satunya mencopot Fadjroel Rachman yang saat ini menjadi Juru Bicara Presiden dari jabatan Komisaris Utama Adhi Karya dan digantikan oleh Mayjen TNI (Purn) Dody Usodo Hargo yang hingga saat ini masih menjabat sebagai Deputi I Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). 

Untuk diketahui, Dody merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1984. Dia pernah bertugas sebagai Danseskoad (2016-2018), Wadanjen Akademi TNI (2018), Staf Khusus KSAD (2018) dan Deputi I Kemenko PMK.

Dikutip dari keterangan tertulis resmi yang dikeluarkan oleh Adhi Karya, selain nama Fadjroel Rachman yang dicopot, ada beberapa nama komisaris lain yang sudah tidak mengisi jajaran komisaris dan direksi Adhi Karya, yakni Bobby A.A. Nazief, Wicipto Setiadi dan Rildo Ananda Anwar. Dari jajaran kursi komisaris, nama Hironimus Hilapok dan Abdul Muni tetap mengisi jabatan sebagai komisaris independen.

Staf khusus Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, yakni Yustinus Prastowo diangkat oleh para pemegang saham Adhi Karya untuk mengisi kursi komisaris. Sebelum menjadi Staf Khusus Sri Mulyani, Yustinus merupakan pengamat perpajakan. 

Sementara itu, untuk jajaran kursi direksi juga mengalami perombakan, yakni nama Entus Asnawi Mukhson terpilih dan diangkat sebagai direktur utama menggantikan Budi Harto. Diketahui sebelumnya, Entus menjabat sebagai direktur keuangan Adhi Karya. 

Selain nama Entus yang menduduki jabatan baru, terdapat dua nama baru yakni Suko Widigdo yang menjabat sebagai Direktur Operasi 1 menggantikan posisi Budi Daddewa Soedira, serta A.A. G. Agung Darmawan mengisi kursi jabatan sebagai Direktur Keuangan yang ditinggalkan Entus Asnawi Mukhson. 

Berikut rincian lengkap perombakan jajaran komisaris dan direksi Adhi Karya dari kepengurusan lama hingga yang baru :

Jajaran Pengurus Lama Adhi Karya
Dewan Komisaris:
- M Fadjroel Rachman (Komisaris Utama)
- Bobby A.A. Nazief (Komisaris)
- Wicipto Setiadi (Komisaris)
- Rildo Ananda Anwar (Komisaris)
- Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)
- Abdul Muni (Komisaris Independen)

Dewan Direksi:
- Budi Harto (Direktur Utama)
- Budi Saddewa Soediro (Direktur Operasi 1) 
- Pundjung Setya Brata (Direktur Operasi 2)
- Entus Asnawi Mukhson (Direktur Keuangan)
- Agus Karianto (Direktur SDM)
- Partha Sarathi (Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan)

Jajaran Pengurus Baru Adhi Karya:
Dewan Komisaris
- Dody Usodo Hargo (Komisaris Utama)
- Cahyo R. Muzhar (Komisaris)
- Yustinus Prastowo (Komisaris)
- Widiarto (Komisaris)
- Hironimus Hilapok (Komisaris Independen)
- Abdul Muni (Komisaris Independen)

Dewan Direksi
- Entus Asnawi Mukhson (Direktur Utama)
- Suko Widigdo (Direktur Operasi 1)
- Pundjung Setya Brata (Direktur Operasi 2) 
- A.A G. Agung Darmawan (Direktur Keuangan)
- Agus Karianto (Direktur SDM)
- Partha Sarathi (Direktur Quality, Health, Safety and Environment dan Pengembangan)