Lestarikan Warisan Leluhur, PKDI dan Forkopimcam Duduksampeyan Gresik Gelar Wayang Kulit

23 - Aug - 2025, 01:05

Camat Duduksampeyan Gresik M. Dedy Hartadi dan Ketua PKDI Duduksampeyan Suryadi membuka kegiatan pagelaran wayang kulit, Jumat 22 Agustus 2025, malam.

JATIMTIMES - Budaya dan doa berpadu di malam puncak Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, sekaligus peringatan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 RI ditutup dengan pagelaran seni wayang kulit, Jumat malam 22 Agustus 2025.

Pagelaran wayang kulit digelar di halaman Kantor Koramil Duduksampeyan hasil kolaborasi Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kecamatan Duduksampeyan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

Baca Juga : Terungkap! Perempuan Blitar Tewas Dicekik Kekasih Gelap Usai Bertengkar di Ranjang

Acara ini bukan sekadar hiburan, tapi juga ikhtiar agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya dan tetap melestarikan warisan leluhur. Pagelaran wayang kulit dengan lakon Dewa Ruci menghadirkan dalang senior Ki Puguh Prasetyo.

Sebelum pentas dimulai, seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir mengikuti doa bersama, memohon keselamatan bagi warga Duduksampeyan khususnya agar dijauhkan dari musibah, terutama kecelakaan lalu lintas di jalan raya nasional Duduksampeyan yang dikenal rawan insiden.

Doa bersama itu ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Duduksampeyan M. Dedy Hartadi, Kapolsek Duduksampeyan AKP Hendrawan, Danramil Duduksampeyan Kapten Inf Prayit Handoko, serta jajaran kepala desa yang tergabung dalam PKDI Kecamatan Duduksampeyan.

Dalam sambutannya, Camat Duduksampeyan, M. Dedy Hartadi, menyampaikan bahwa doa dan pagelaran budaya ini bukan hanya hiburan, melainkan juga bentuk ikhtiar bersama.

"Tujuan pagelaran wayang kulit dan doa bersama ini sebagai ikhtiar kita supaya seluruh warga diberikan kesehatan, kelancaran rezeki, dan dihindarkan dari segala musibah maupun bencana," ujarnya.

Dedy Hartadi menyebut, meskipun jalan nasional di wilayah Duduksampeyan sudah halus dan lancar, tapi faktanya masih banyak kecelakaan. "Semoga ke depan tidak ada lagi kecelakaan di sepanjang jalan raya Duduksampeyan," harapnya.

Sementara itu, Ketua PKDI Kecamatan Duduksampeyan, Suryadi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan aspirasi dari seluruh kepala desa se-Kecamatan Duduksampeyan yang mendapatkan usulan langsung dari masyarakat.

Baca Juga : Sidang Perdana Pemalsuan Dokumen SHM di Gresik, Seret Asisten Surveyor BPN Gresik

Selain sebagai wujud nguri-nguri budaya Jawa, pagelaran wayang kulit ini juga dimaksudkan untuk memberikan hiburan bagi masyarakat. "Dengan acara ini, kita semua juga berdoa agar warga Duduksampeyan dijauhkan dari marabahaya dan khususnya kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi di jalur Duduksampeyan,” jelas Kepala Desa (Kades) Pandanan itu.

Pagelaran seni wayang kulit ini sekaligus menjadi puncak rangkaian Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Kecamatan Duduksampeyan.

Sebelumnya telah digelar berbagai kegiatan meriah, di antaranya Gebyar Tari yang diikuti 1.200 anak dan guru pada 12 Agustus lalu, malam renungan di pendopo kecamatan, upacara 17 Agustus, serta sholawatan dan doa bersama.

Acara penutup ini tidak hanya memadukan seni dan budaya, tetapi juga menghadirkan nilai spiritual dan kebersamaan yang diharapkan membawa keberkahan bagi masyarakat Duduksampeyan dan sekitarnya.