Kalender Jawa Selasa Kliwon, 22 Juli 2025: Watak, Rezeki, dan Pantangan
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
22 - Jul - 2025, 07:52
JATIMTIMES - Hari ini, Selasa (22/7/2025) bertepatan dengan pasaran Kliwon dalam kalender Jawa. Dalam hitungan penanggalan Jawa, tanggal hari ini jatuh pada 27 Sura 1959 Tahun Dal dan berada di Wuku Prangbakat. Weton hari ini adalah Selasa Kliwon dengan jumlah neptu 11 (Selasa = 3, Kliwon = 8).
Dalam tradisi kejawen, weton dipercaya memiliki keterkaitan dengan kepribadian, potensi rezeki, jodoh, hingga pantangan yang sebaiknya dihindari. Berikut ini ulasan tentang weton Selasa Kliwon dalam Wuku Prangbakat menurut primbon Jawa.
Baca Juga : Bukan Sekadar MoU: Unisma Tawarkan Riset dan RPL untuk Perubahan Nyata di Kota Batu
Orang yang lahir pada weton Selasa Kliwon umumnya dikenal memiliki karakter kuat, berani, dan tegas. Mereka cenderung memiliki pemikiran tajam dan tidak mudah dipengaruhi orang lain. Daya juang yang tinggi menjadikan pemilik weton ini pribadi yang pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.
Selasa Kliwon juga dikenal sebagai sosok yang penuh semangat dan mampu menjadi pemimpin. Namun di sisi lain, Selasa Kliwon juga cenderung keras kepala dan sulit menerima kritik. Dalam pergaulan, mereka cukup selektif dalam memilih teman, namun sekali percaya, akan sangat setia.
Neptu 11 dalam weton ini mencerminkan energi yang mengalir dalam diri pemiliknya. Kepribadian yang semangat dan tekad kuat menjadikan pemilik weton ini sosok yang menonjol dalam banyak hal, terutama di bidang yang menuntut keberanian dan ketegasan.
Selasa Kliwon hari ini berada dalam Wuku Prangbakat, yaitu wuku ke-10 dalam siklus kalender Jawa. Wuku ini dilambangkan dengan pohon tirisan atau pohon kelapa, yang merupakan simbol dari ketahanan lahir dan batin serta umur panjang.
Dalam primbon, orang yang lahir di Wuku Prangbakat digambarkan sebagai pribadi yang mandiri, kuat secara mental maupun fisik, serta tidak bergantung pada orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup. Mereka biasanya memiliki kemampuan bertahan hidup yang tinggi meski dalam kondisi sulit.
Wuku ini dinaungi oleh dewa RĂªsi Warabisma dan memiliki simbol binatang burung Urang-urangan. Watak khas dari wuku ini adalah cekatan, cermat, namun juga tertutup. Selasa Kliwon juga dikenal hemat dan berhati-hati dalam menggunakan uang, namun bila berlebihan bisa berubah menjadi pelit.
Salah satu sifat lain dari Wuku Prangbakat adalah kecenderungan untuk bersikap kaku dan mudah percaya kepada orang lain, yang bisa membuat mereka rentan terhadap penipuan atau kekecewaan. Simbol pohon beringin yang patah tertiup angin menggambarkan perlunya kewaspadaan dalam bersikap.
Secara umum, rezeki bagi pemilik weton Selasa Kliwon dalam Wuku Prangbakat cenderung stabil namun membutuhkan kehati-hatian dalam pengelolaannya. Mereka tidak terlalu suka pamer dan lebih memilih menjalani hidup dengan sederhana. Meskipun demikian, Selasa Kliwon pandai mencari peluang dan tidak mudah menyerah dalam usaha.
Baca Juga : Buntut King Abdi Promo Miras, Pemilik Toko Diperiksa Polresta Malang Kota
Profesi yang cocok untuk weton ini antara lain di bidang yang membutuhkan keberanian dan kepemimpinan, seperti wirausaha, militer, pengacara, atau pejabat publik. Mereka juga cocok dalam bidang yang memerlukan ketegasan dalam pengambilan keputusan.
Namun dalam menjalankan bisnis, Selasa Kliwon disarankan untuk tidak tergesa-gesa. Perencanaan yang matang dan evaluasi secara berkala menjadi kunci agar usaha berjalan lancar dan tahan lama.
Dalam hal jodoh, pemilik neptu 11 umumnya cocok dengan pasangan yang memiliki jumlah neptu 9, 13, atau 18. Beberapa kombinasi weton yang dianggap serasi antara lain Rabu Legi (neptu 9), Jumat Pon (13), dan Sabtu Wage (18). Kecocokan ini diyakini dapat menciptakan rumah tangga yang harmonis dan seimbang.
Menurut primbon Jawa, Wuku Prangbakat memiliki beberapa pantangan yang perlu dihindari selama tujuh hari ke depan. Aktivitas seperti menggali tanah, membongkar bangunan, atau memindahkan barang dari tempat tinggi ke tempat rendah sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Hal ini dipercaya dapat mendatangkan kesialan atau gangguan secara spiritual.
Hari ini juga tidak disarankan untuk memulai aktivitas besar seperti pindah rumah, menikah, atau memulai usaha baru. Sebaliknya, waktu ini lebih cocok digunakan untuk kegiatan yang bersifat reflektif atau spiritual. Membaca kitab suci, meditasi, atau menata ulang visi hidup adalah pilihan kegiatan yang dianjurkan.
