Kalender Jawa Weton Rabu Pon 6 Mei 2026: Hari Baik untuk Mulai Usaha
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Yunan Helmy
06 - May - 2026, 06:38
JATIMTIMES - Rabu (6 Mei 2026) bertepatan dengan pasaran Pon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 19 Sela 1959 tahun Dal dan berada dalam Wuku Tolu. Weton hari ini adalah Rabu Pon dengan jumlah neptu 14 (Rabu = 7, Pon = 7).
Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton masih menjadi salah satu pedoman untuk membaca karakter, rezeki, hingga kecocokan jodoh. Tak sedikit yang memanfaatkan primbon untuk menentukan waktu terbaik dalam berbagai aktivitas.
Baca Juga : Ramalan Zodiak Rabu 6 Mei 2026: Cinta, Karier, dan Keuangan dari Aries hingga Pisces
Rabu Pon dikenal memiliki sifat berbudi halus, sopan, serta berhati-hati dalam bertindak. Karakter ini membuatnya cenderung waspada dan tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Dari sisi rezeki, weton ini tergolong cukup baik dan stabil.
Namun di balik kepribadian yang tenang, ada sisi lain yang juga menonjol. Rabu Pon kerap mudah terkejut, senang mendapat pujian, bahkan sesekali suka menunjukkan kelebihan, baik dari segi harta maupun kemampuan. Perasaannya yang sensitif juga membuatnya mudah tersinggung dan menyesali hal yang sudah terjadi.
Menurut primbon Jawa, Pangarasan weton ini adalah Lakuning Rembulan. Maknanya, memiliki daya tarik kuat, simpatik, dan mampu menciptakan suasana menyenangkan bagi orang di sekitarnya.
Sementara itu, Pancasuda Rabu Pon adalah Bumi Kapetak. Artinya, tipe pekerja keras yang mampu bertahan dalam tekanan dan kekecewaan. Suka pada kerapian dan kebersihan, namun memiliki sisi negatif berupa cenderung menyimpan dendam. Tak jarang pula, kebaikan yang dilakukan tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Hari ini berada dalam Wuku Tolu yang dilambangkan dengan Bathara Bayu, sosok dewa angin dalam kepercayaan Jawa. Wuku ini menggambarkan kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, serta karakter yang mampu membuat orang lain merasa nyaman.
Namun, karakter tersebut juga memiliki sisi berbahaya. Saat emosi tersulut, dampaknya bisa besar dan sulit dikendalikan.
Berbagai simbol dalam Wuku Tolu turut memperkuat gambaran tersebut. Gedhong di depan melambangkan sifat dermawan sekaligus kecenderungan memperlihatkan hasil usaha. Pohon Wijayamulya mencerminkan wibawa serta mampu menyenangkan hati orang lain.
Baca Juga : Wakil Kepala BPS RI Ajak Seluruh Stakeholder Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Malang Raya
Sementara itu, Burung Branjangan menggambarkan sifat yang tidak tenang, dan posisi membelakangi umbul-umbul menandakan kebahagiaan yang datang di usia tua. Gambaran seperti pelangi menunjukkan sisi angkuh yang tidak selalu tampak, serta kecenderungan menyimpan sesuatu dalam diri.
Wuku Tolu juga dikenal sebagai peristirahatan semua wuku, dengan potensi bahaya yang diibaratkan berasal dari taring dan tanduk. Kala berada di arah Barat Laut, disarankan untuk tidak bepergian ke arah tersebut selama tujuh hari ke depan, terutama untuk urusan penting.
Secara khusus, Rabu Pon di Wuku Tolu disebut sebagai “rahayu samubarang gawe becik”, yang berarti baik untuk menjalankan berbagai aktivitas. Momentum ini kerap dimanfaatkan untuk memulai usaha, mengambil keputusan besar, atau menjalankan rencana yang sudah disiapkan.
Dalam hal karier, Rabu Pon dinilai cocok menekuni bidang yang memberikan kebebasan dan ruang kreativitas. Profesi seperti wirausaha, pedagang, hingga bidang seni.
Sementara dalam urusan asmara, kecocokan weton ini biasanya ditemukan pada pasangan dengan neptu tertentu seperti Rabu Kliwon, Kamis Pon, atau Jumat Wage.
