Koordinasi Lintas Sektor, Disparbud Cari Lahan untuk Kelola Sampah dari Destinasi Wisata Malang Selatan

Reporter

Tubagus Achmad

Editor

Yunan Helmy

21 - Apr - 2026, 06:11

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang saat ditemui di Peringgitan Pendapa Agung Kabupaten Malang beberapa waktu lalu. (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang saat ini tengah menjalin koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah pengelolaan sampah di berbagai destinasi wisata di wilayah Malang Selatan. 

Kepala Disparbud Kabupaten Malang Firmando Hasiholan Matondang menyampaikan,  pihaknya juga telah menjalin komunikasi intensif dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman untuk mencari lahan empat pengelolaan sampah.  

Baca Juga : BaznasĀ  Banyuwangi Perkuat Kolaborasi dan Ajak Lembaga Amil Zakat Sejahterakan Umat

Firmando menyebut, tren peningkatan wisatawan di Kabupaten Malang harus selaras dengan pengelolaan sampah yang maksimal. Oleh karena itu, ia telah menginisiasi bersama Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman untuk memprioritaskan pengelolaan sampah di Malang Selatan, utamanya di kawasan pantai. 

Salah satu hasilnya yakni mencari lahan tanah yang dapat digunakan untuk kawasan pengelolaan sampah. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak memiliki lahan yang cukup dan sesuai untuk digunakan sebagai tempat pengelolaan sampah. 

"Karena kita kabupaten tidak punya tanah untuk sampah (di kawaaan wisata Malang Selatan). Tanah itu ada di Kehutanan Sosial dan Perhutani. Kita mencoba pendekatan melalui kelompok pengelola hutan sosial untuk mencari lokasi pengelolaan sampah," ungkap Firmando. 

Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang ini mengatakan, soal penggunaan lahan untuk pengelolaan sampah itu masuk dalam program prioritas yang harus dituntaskan. Terlebih lagi, Presiden RI Prabowo Subianto telah telah memerintahkan seluruh perangkat daerah bersama TNI/Polri dan masyarakat melakukan korve atau gotong-royong membersihkan lingkungan secara rutin. 

"Ini menjadi catatan yang sudah kami inisiasi dengan kepala DLH untuk menjadi prioritas penanganan sampah di Malang Selatan, khususnya daerah pesisir pantai wisata," kata Firmando. 

Baca Juga : Disporabudpar Jember Kenalkan Wisata Adrenalin Lereng Argopuro

Lebih lanjut, pihaknya juga tengah melakukan pemetaan karakteristik destinasi wisata unggulan di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Malang Selatan. Tercatat, destinasi wisata Pantai Balekambang dan Pantai Tanjung Penyu menjadi dua destinasi unggulan yang paling banyak dikunjungi wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. 

"Pantai Balekambang itu menjual melalui paket-paket kegiatan dan gelaran seni. Kalau Tanjung Penyu menjual melalui kekuatan media sosialnya," ujar Firmando. 

Oleh karena itu, pihaknya berharap dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa segera mendapatkan lahan tanah untuk pengelolaan sampah dari berbagai destinasi wisata di Malang Selatan. Sehingga dengan adanya peningkatan kunjungan wisatawan, pengelolaan sampah juga terselesaikan.