Pemkab Lamongan Koordinasi dengan Pemprov Jatim, Lakukan Percepatan Penanganan Banjir

12 - Mar - 2026, 05:02

Bupati Lamongan koordinasi dengan BMKG dan BPBD Provinsi Jatim

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan berbagai langkah percepatan penanganan banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Salah satunya melalui koordinasi dan sinergi lintas pemerintah dengan menghadiri audiensi bersama BPBD Provinsi Jawa Timur dan BMKG Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (11/3/2026) di Kantor BMKG Juanda Surabaya.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menjelaskan pertemuan itu membahas langkah-langkah konkret dan optimal dalam penanganan genangan air, khususnya di kawasan terdampak banjir di Kabupaten Lamongan.

Baca Juga : Pemkab Lamongan Koordinasi dengan Pemprov Jatim, Lakukan Percepatan Penanganan Banjir

Dalam paparannya, Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menyampaikan bahwa banjir di wilayah Lamongan telah berlangsung kurang lebih selama empat bulan dan berdampak pada 44 desa di 5 kecamatan. Bahkan di beberapa titik, ketinggian air masih mengalami peningkatan.

Menurutnya, kondisi tersebut terjadi karena air di wilayah terdampak belum dapat mengalir keluar secara maksimal. Hal ini dipengaruhi oleh tinggi muka air laut maupun Bengawan Solo yang masih lebih tinggi dibandingkan aliran sungai di kawasan tersebut, sehingga memperlambat proses surutnya genangan.

Bupati Yes memohon dukungan dan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait kemungkinan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di wilayah Lamongan, khususnya pada kawasan dengan genangan air yang cukup tinggi.

“Kami memohon arahan dan petunjuk agar modifikasi cuaca dapat dilakukan di Kabupaten Lamongan, khususnya di wilayah yang genangannya cukup tinggi, sehingga upaya yang kami lakukan dapat membantu memperbaiki kondisi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan lebih nyaman,” tutur Pak Yes.

Kepala BMKG Provinsi Jawa Timur, Taufiq Hermawan, dikonfirmasi menjelaskan bahwa berdasarkan arahan Gubernur Jawa Timur, operasi modifikasi cuaca direncanakan mulai dilaksanakan pada 16 Maret mendatang. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi.

Baca Juga : Musrenbang RKPD 2027 Situbondo: DPRD Soroti Pendidikan, Modernisasi Pertanian, dan Mitigasi Bencana

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca akan tetap mempertimbangkan dinamika atmosfer yang terus dipantau oleh BMKG. Apabila kondisi atmosfer memungkinkan, operasi modifikasi cuaca juga akan dilaksanakan di wilayah Kabupaten Lamongan untuk membantu mengurangi intensitas curah hujan.

Sementara itu, BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BMKG Provinsi Jawa Timur menekankan pentingnya informasi cuaca yang akurat sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan bencana secara tepat dan terukur. 

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BPBD, serta BMKG, diharapkan berbagai langkah percepatan penanganan yang direncanakan dapat segera terealisasi. Dengan demikian, kondisi genangan banjir di wilayah Lamongan, khususnya di kawasan Bengawan Jero, dapat berangsur membaik dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara aman dan produktif.