Omzet Melejit! Rahasia Lely Sulap Roti MBG Magetan Jadi Raja di Rak SPPG

06 - Mar - 2026, 12:02

Lely sukses dongkrak jumlah produksi dan buka lapangan kerja di desanya

JATIMTIMES - Siapa sangka dari sebuah dapur di Desa Tebon, Kecamatan Barat, Magetan, lahir camilan yang kini jadi buruan di berbagai pusat oleh-oleh dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Adalah Lely, sosok di balik Pusat Oleh-oleh Centul Dapur Bubun yang sukses menyulap usaha rumahan menjadi ‘raja’ di rak-rak SPPG.

Tak main-main, sejak menembus pasar SPPG, bisnis yang dirintis Lely ini mengalami lonjakan omzet hingga 100 persen. Kini, ia tak hanya dikenal lewat Pie Susu "Centul"-nya yang legendaris, tapi juga lewat fenomena baru: Roti MBG.

Baca Juga : Polisi Dalami Kasus Dua Bayi di Septic Tank Apartemen Begawan, Mobilitas Tamu Jadi Sorotan

Meski Pie Susu tetap jadi primadona dengan produksi mencapai 3.500 pcs per hari, Lely terus tancap gas. Kini, istilah Roti MBG mulai viral dan jadi buah bibir pelanggan. Roti ini hadir dengan beragam varian mulai dari cokelat, keju, abon, hingga muffin.

Setiap hari Senin atau Selasa, dapur Lely mulai 'ngebul' kencang untuk mengejar jadwal pengiriman serentak di hari Kamis.

Kini, distribusi mereka telah menjangkau 5 titik pusat (SPPG) di wilayah Magetan, Ponorogo dan sekitarnya. 

Setelah bekerja sama dengan SPPG, omzet melonjak hingga 100 persen. Namun, bagi Lely, ledakan pesanan bukan alasan untuk menurunkan standar.

"Jujur, sekarang saya sampai kewalahan. Kadang tidak semua pesanan bisa saya terima karena keterbatasan waktu. Saya tetap ingin menjaga kualitas," ujar Lely 

Keberhasilan Lely menembus pasar SPPG di wilayah Magetan hingga Ponorogo ini tak dinikmatinya sendiri. Ia sukses menggerakkan ekonomi warga Desa Tebon. Tim yang awalnya hanya berdua dengan suami, kini berkembang menjadi 12 hingga 15 orang pekerja.

Baca Juga : Update Dampak Cuaca Ekstrem Kota Batu: Puluhan Bangunan Rusak Akibat Angin Kencang dan Longsor, 16 KK Terdampak

"Alhamdulillah, bisa menyerap tenaga sekitar. Yang awalnya ibu-ibu 'kaum rebahan', sekarang jadi 'kaum kehebohan' di dapur," ujar  Lely.

Lely berharap kemitraan strategis dengan pihak SPPG ini dapat terus terjaga dan semakin solid. 

Baginya, kehadiran SPPG bukan sekadar jalur distribusi, melainkan napas bagi keberlangsungan produksinya. 

"Harapan saya kerjasama ini tetap berjalan lancar, karena lewat sinergi inilah kami bisa terus tumbuh bersama masyarakat desa," pungkasnya.