Amal Perbuatan Menentukan, Tempat Roh Berbeda-beda di Alam Barzakh
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Nurlayla Ratri
07 - Mar - 2025, 10:00
JATIMTIMES - Kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah transisi menuju kehidupan setelahnya. Dalam ajaran Islam, roh seseorang akan meninggalkan jasadnya setelah meninggal dunia dan memasuki alam barzakh, sebuah alam yang dipenuhi dengan berbagai tingkatan tempat bergantung pada amal dan ketaatan seseorang selama hidup di dunia. Seperti yang dikatakan dalam berbagai riwayat, roh-roh ini tidak berkumpul di satu tempat, melainkan tersebar di berbagai tempat yang memiliki tingkatan berbeda sesuai dengan amal perbuatannya.
Roh yang menempati tempat tertinggi adalah roh para Nabi. Ibnu Qayyim Al-Jauzy, dalam bukunya Perjalanan Ruh, menjelaskan bahwa roh para nabi berada di tempat yang paling tinggi di alam barzakh, yakni 'illiyyin, tempat yang penuh kemuliaan. Dalam salah satu riwayat, Aisyah RA menceritakan bahwa pada akhir hayatnya, Rasulullah SAW mengucapkan,
Baca Juga : UAH Bagikan 5 Amalan Sunnah Khusus Hari Jumat, Lakukan Selagi Bulan Ramadan
“Ya Allah, tempatkan aku di tempat tertinggi (Ar-Rafiq Al-A’la)!" Ini menunjukkan tingginya kedudukan nabi di alam barzakh, yang juga tercermin dalam perjalanan Isra Mi'raj, di mana Nabi Muhammad SAW melihat tingkatan-tingkatan rohani para nabi yang berbeda.
Kemudian roh para syuhada yang bebas berkelana di Surga. Bagi para syuhada, yang gugur dalam pertempuran di jalan Allah, tempat tinggal mereka juga tidak kalah mulia. Roh mereka berada dalam burung hijau yang bebas terbang ke sana kemari di dalam surga.
Dalam riwayat yang disampaikan oleh Abdullah bin Mas’ud, roh para syuhada ini memiliki pelita yang tergantung di langit dan dapat keluar dari surga kapan saja mereka ingin, lalu kembali ke pelita-pelita tersebut. Namun, tidak semua roh syuhada berada dalam kondisi ini, karena ada juga yang masih tertahan di pintu surga karena memiliki hutang yang belum dilunasi.
Sebuah kisah dari Abdullah bin Jahsy mengungkapkan bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah SAW tentang nasibnya jika ia terbunuh di jalan Allah. Rasul menjawab bahwa ia akan masuk surga, tetapi dengan catatan: “Kecuali jika ada hutang.”
Riwayat ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kewajiban dalam hidup, meskipun seseorang sudah gugur sebagai syuhada. Beberapa roh syuhada juga ditemukan berada di pintu surga atau bahkan di pekuburannya, seperti kisah seorang pemilik jubah hasil korupsi yang meskipun gugur sebagai syuhada, namun azab atas perbuatannya menahannya.
Selanjutnya adalah roh orang Sholeh yang bergelantungan di Pohon Surga. Roh orang yang sholeh, yang selama hidupnya taat kepada Allah, juga memiliki tempat istimewa di alam barzakh. Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Ka’ab bin Malik, Rasulullah SAW bersabda, “Jiwa seorang muslim itu laksana burung yang bergelantungan di pohon surga sampai Allah mengembalikannya ke jasadnya pada hari kiamat.”
Ini menunjukkan bahwa roh orang sholeh berada di surga, meskipun tidak dapat terbang bebas seperti roh para syuhada. Mereka digambarkan berada dalam sangkar burung yang tergantung di surga, menanti hari kiamat untuk kembali ke jasad mereka.
Baca Juga : Safari Ramadan Kecamatan Mojoroto, Mbak Wali Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah
Mereka manusia yang berperilaku buruk, maka akan mendapatkan azab. Tempat mereka pun berbeda-beda tergantung pada jenis dosa yang mereka lakukan. Misalnya, roh para pezina akan berada dalam tungku api yang menyala-nyala, sementara roh pelaku riba akan berenang dalam lautan darah yang penuh dengan bebatuan yang dilemparkan kepada mereka.
Orang yang meninggalkan sholat fardhu akibat tidur akan dihancurkan kepalanya dengan batu, sedangkan tukang bohong akan mendapat azab dengan besi yang dimasukkan ke dalam mulutnya hingga ke leher.
Dan terakhir adalah roh orang kafir yang akan mendapat tempat paling jauh fari kebahagiaan. Dalam riwayat An-Nasa’i, disebutkan bahwa roh mereka mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, sampai-sampai malaikat yang menuntun roh tersebut berteriak,
“Alangkah busuknya roh ini!” Roh-roh orang kafir ini kemudian dibawa bertemu dengan roh-roh orang kafir lainnya di tempat yang jauh dari rahmat Allah.
